Sabtu, 18 Januari 2014

SMA Pasundan 7 Bandung, Almamaterku

Beberapa hari ini aku disibukkan dengan merapikan dan membersihkan folder di laptop. Ada beberapa file yang menarik perhatian salah satunya adalah file kumpulan naskah blog yang belum sempat dipublish. Aku menuliskannya 3 tahun lalu. Sekedar berbagi aku ingin bernostalgia masa SMA-ku. Ah..mengenai artikel ini pernah aku publish di blogku yang dulu. Karena ada beberapa faktor maka diputuskan untuk menghapusnya, dan terbitlah blog ini sebagai penggantinya :)
Inilah almamater saya ketika menimba ilmu di jenjang SMA. sekolah ini terletak di jalan Kebonjati No. 31. Persisnya di depan Rumah Sakit Santosa Internasional. Sejarahnya saya bisa masuk ke SMA Pasundan 7 Bandung ini bermula dari seleksi saya yang gagal untuk masuk SMAN 11 Bandung dan SMAN 7 Bandung pada tahun 2007. Sungguh disayangkan padahal hanya butuh beberapa poin saja. Rasanya pada waktu itu saya mengalami kehancuran. kecewa, sedih, dan penyesalan semua menerpa diri ini.

Namun kekecewaan saya itu akhirnya terobati ketika saya memilih untuk melanjutkan SMA Pasundan 7 Bandung. Sekolah yang tidak kalah dengan sekolah negeri di Bandung. Disinilah saya pertama kali memahami keislaman. Asmaul Husna yang selalu diperdengarkan setiap pagi sebelum memulai pelajaran dan setiap sebelum pulang sekolah begitu menggetarkan hati. Energi-energi negatif seakan hilang begitu saja tergantikan oleh energi-energi positif. Luar biasa rupanya nilai-nilai keagamaannya begitu kental sejalan dengan visi sekolah ini yaitu “pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana” kemudian saya menemukan lagi keistimewaan lainnya yaitu pada saat pelajaran matematika, seorang guru sebelum mengajar, beliau berdakwah terlebih dahulu. beliau membawa kitab Al-Quran lalu membacanya beberapa ayat. Setelah itu barulah diberi penjelasan makna ayat yang dibacanya. Sungguh memberikan pencerahan dan semangat untuk memulai belajar matematika. Subhanallah, luar biasa.
Yang saya rasakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam disini lebih menitik beratkan pada aplikasi. Pada waktu saya duduk di bangku kelas XII, Saya begitu kaget dan kagum terhadap mata pelajaran ini. Betapa tidak. Pelajaran agama biasanya hanya seputar normatif tata krama dan belajar mengaji dan solat yang baik, namun yang kali ini lebih membuka wawasan luas tentang keislaman sehingga menarik untuk disimak, pelajaran agama menjadi tidak membosankan. Hal seperti ini baru bisa saya temukan kembali di bangku kuliah semester 2. Subhanallah. disinilah saya semakin mempertebal keimanan bahwa sesungguhnya Allah memiliki rencana lain yang lebih baik bagi umatnya. Wallahualam

Dan inilah wajah-wajah sahabat seperjuangan IPA-1 … thanks all … this is beautiful part of my life .. I love you all… I hope we can meet again with success stories ..


   
Terakhir saya persembahkan lirik mars sma pasundan 7 bandung, mohon dikoreksi kalau saya salah, karena saya ingat-ingat lupa. heheheheh ^^

MARS SMA PASUNDAN 7 BANDUNG

lihat mentari di ufuk timur
menyinari bumi persada
seakan menyambut janji kami
pada bumi pertiwi
                                    kami generasi penerus
                                    siswa SMA Pasundan 7
                                    senantiasa menuntut ilmu
                                   demi tercapai cita-citaku
reff :
kami janji kepadamu
berbakti yang tulus
kami janji kepadamu
bagi nusa dan bangsa
Sekitar tahun 2009, SMA Pasundan 7 sering tampil di televisi lokal Kota Bandung. Aku ingat menjelang maghrib di masa tersebut di Bandung TV ada acara video klip lagu-lagu Sunda. Lagu Sunda yang berjudul "Cikapundung Bersih" dinyanyikan oleh Ratna, Dian dan Eva. Lebih jelasnya kita simak saja videonya berikut ini :)

Sabtu, 11 Januari 2014

Langkah Awal Menuju Bandung Juara

Tahun 2013 menjadi tahun yang bersejarah bagi Kota Bandung. Kepemimpinan Kota Bandung beralih dari Dr. H. Dada Rosada, SH, M.Si yang habis masa bakti tugasnya ke Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD yang terpilih secara demokratis. Beliau terpilih bersama Oded M. Danial selaku Wakil Walikota Bandung untuk masa bakti 2013-2018. Walikota Bandung yang baru berlatar belakang arsitek. Belakangan sebelum mencalonkan sebagai walikota Bandung, nama beliau semakin terdengar terutama di kalangan akademisi khususnya mahasiswa arsitek. Karya-karya beliau banyak yang menjadi inspirasi desain bagi para mahasiswa arsitektur. Karya-karya beliau diantaranya adalah Museum Tsunami di Aceh, Masjid Al-Irsyad di Kotabaru Padalarang, dan lain-lain. Beliau juga aktif mengisi seminar-seminar dalam bidang arsitektur. Mahasiswa-mahasiswa arsitektur seperti saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghadiri seminarnya beliau.

Walikota Bandung (kiri) dan Wakil Walikota Bandung (kanan) 2013-2018

Sebuah kejutan besar bagi masyarakat kota Bandung. Pada awal masa pemerintahannya, Walikota Bandung Ridwan Kamil langsung muncul ke publik dan membuat gebrakan-gebrakan nyata. Dimulai dengan hari naik angkot gratis, hari jumat bersepeda, hari rabu berbahasa sunda, dan lain-lain. Tidak sekedar untuk pencitraan namun hal tersebut dibuktikan bahkan untuk gerakan hari jumat bersepeda, beliau juga mencontohkan naik sepeda dari rumah ke kantornya di Balaikota pada hari jumat bahkan tidak hanya hari jumat saja menggunakan sepeda, tapi juga hari-hari lainnya. Hal ini terbukti dari beberapa tangkapan kamera yang sering memotret beliau ketika sedang bersepeda untuk menghadiri urusan kedinasan. Selanjutnya banyak gebrakan nyata yang muncul seperti penataan di JL. Kepatihan Bandung, penataan PKL, penataan taman-taman di Bandung dengan tema yang unik, dan lain-lain.

Hari ini masa pemerintahan Walikota Bandung Ridwan Kamil telah lebih dari 100 hari, belum setahun memang. Namun gebrakan nyata, perubahan-perubahan yang terus dilakukan memberi harapan bagi warga kota Bandung, termasuk saya. Saya rasa kalau begini terus keadaannya Bandung akan semakin nyaman untuk ditempati. Tidak menutup kemungkinan Bandung akan menjadi kota terbaik di Indonesia 5 tahun yang akan datang. Khayalan tentang wajah Kota Bandung seperti di negara maju bisa jadi kenyataan. Dalam beberapa pekan terakhir ada kabar yang berhembus Ridwan Kamil dinilai pantas menjadi Presiden RI 2014. Saya rasa itu terlalu cepat, saat ini Bandung sedang membutuhkan beliau untuk mewujudkan Bandung JUARA.

Berikut ini adalah buku digital yang berisi kesuksesan kepemimpinan Walikota Bandung Ridwan Kamil beserta Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial selama tahun 2013. Seperti judulnya ini adalah "Langkah Awal", tentu kita menunggu kelanjutannya :)
Selamat bekerja Pak Walikota.