Tampilkan postingan dengan label Album. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Album. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2014

"Wisata" ke Gedung Sate

Tuntutan tugas mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur mengharuskan saya untuk studi banding ke Gedung Sate sebagai contoh model desain gedung pemerintahan. Kesempatan itu coba saya maksimalkan dengan memahami sejarah dan menjelajahi setiap area dalam bangunan, meskipun tidak bisa mengintip ke dalam ruang kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, pengalaman study tour ke Gedung Sate cukup menyenangkan. Sebelumnya untuk kemudahan proses administrasi saya memohon surat izin melalui fakultas yang ditujukan kepada pengelola gedung. Surat izin ini sebagai "alasan" untuk "berwisata" di Gedung Sate :)
Gedung Sate merupakan landmark yang menjadi identitas Kota Bandung dan Jawa Barat. Bangunan yang didirikan pada tahun 1920 ini memiliki nilai sejarah tinggi dan telah menjadi kebanggaan warga Jawa Barat. Gedung Sate saat ini berfungsi sebagai kantor pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ciri khas pada bangunan ini adalah tusuk sate dengan enam buah ornamen berbentuk jambu air yang terdapat pada puncak atap bangunan. Konon kabarnya tusuk sate tersebut melambangkan modal awal pembangunan gedung sebesar 6 juta gulden pada masa kolonial Belanda. Menurut sejarah, arsitektur Gedung Sate merupakan hasil pemilihan Pemerintah Belanda terhadap sayembara desain para arsitek. Karya Ir. J. Berger yang memiliki model arsitektur tradisional Nusantara terpilih sebagai pemenangnya. Pilihan tersebut tidak terlepas dari masukan dan pendapat arsitek Belanda H.P. Berlage. Menurut Cor Pashier gaya arsitektur Gedung Sate merupakan gaya baru yang memadukan unsur timur pada wajahnya dengan unsur barat pada teknik konstruksinya. Menurut D. Ruhl dalam bukunya yang berjudul "Bandoeng en haar Hoogvlakte" (1952) mengatakan bahwa Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia (het mooiste gebouw van Indonesie).

Terdapat ruangan khusus seperti museum untuk memamerkan koleksi yang berhubungan dengan sejarah Gedung Sate dan Jawa Barat. Foto Gubernur dari yang pertama sampai saat ini menjabat dipajang berurutan. Selain itu ada juga miniatur makanan dan rumah khas Jawa Barat.

Pemandangan Lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Jawa Barat yang bersumbu lurus dengan Gunung Tangkuban Perahu

Ini adalah ruang perjamuan di menara atas, biasanya digunakan untuk menjamu tamu resmi pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruangan ini terletak di paling atas, untuk mengakses ruangan tersebut dapat menggunakan lift atau tangga kayu.

Seperti namanya The Coffe Terrace, tempat ini dirancang sedemikian rupa seperti cafe-cafe terkenal di Paris. Di teras ini kita dapat duduk bersantai merasakan hembusan udara segar Kota Bandung sambil disuguhi pemandangan Gunung Tangkuban Perahu yang bersumbu lurus dengan gedung ini.

(Dari kiri ke kanan : Adam, Hadi, Luthfi, Ikhwan) foto bersama dengan latar Gedung Sate :)

Senin, 08 September 2014

Prosiding PKM 2013

Beberapa waktu lalu saya sempat mengintip website simlitabmas, ternyata artikel penelitian saya tahun lalu dikemas ke bentuk prosiding elektronik, bagi saya yang masih pemula ini merupakan suatu hal yang memacu untuk terus berkarya dan berinovasi :) Prosiding tersebut bisa diunduh disini

Sabtu, 08 Maret 2014

Pimnas 26 #3

Mataram, 12 September 2013
Hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian kegiatan PIMNAS 26 di Universitas Mataram, kegiatan pada hari ini adalah presentasi produk dan poster. Seluruh tim peserta PKM dikumpulkan di ruang Auditorium Universitas Mataram. Seorang perwakilannya dipersilakan untuk menjaga stand. Karena posisi dan jabatan saya sebagai ketua tim maka tim sepakat untuk mendelegasikan saya. Awalnya bosan, bete, jenuh, boring ... Namun, tidak lama setelahnya saya malah semakin bersemangat. Ya, menyenangkan untuk saling bertukar pikiran dan membanggakan produk masing-masing tiap peserta. Dengan menjadi penjaga stand, saya berkesempatan untuk mengenal dan menjalin komunikasi dengan peserta lain. Pengalaman luar biasa saat berkenalan dengan mereka. Ya, mereka adalah orang-orang berprestasi yang terpilih dari ribuan orang. Di sebelah stand saya ada dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Negeri Padang. Kemudian di depan saya ada delegasi dari Universitas Jember. selain itu masih ada dari Universitas Haluoleo Makassar, Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan lain-lain. Banyak hal-hal menarik yang saya temukan. Penelitian-penelitian kawan-kawan ini banyak yang menghasilkan karya yang original dan baru. Selain itu ada juga penelitian yang tidak sama dengan latar belakang bidang yang ditekuni peneliti. Menyaksikan dan berinteraksi dengan mereka di PIMNAS merupakan hal yang luar biasa. ya, salah satunya teman-teman dari Unnes, walaupun latar belakang pendidikan mereka PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) namun berhasil menghasilkan produk penelitian di bidang botani. Dalam penelitiannya, mereka menggunakan limbah kulit jengkol sebagai pupuk pada tanaman. Di hari tersebut ada 3 orang dewan juri yang akan mengunjugi stand masing-masing tim untuk menilai produk dan poster yang dibuat. Di sesi presentasi produk dan poster ini, juri yang hadir tidak terlalu "pedas", pertanyaan dan interaksi yang terjadi cukup ringan dan menyegarkan

suasana saat presentasi poster dan produk PKM di auditorium Universitas Mataram. 

berfoto bersama dengan delegasi PIMNAS dari perguruan tinggi yang berasal dari Kota Bandung. Ada dari UPI, Polban, dan ITB :) 

berfoto bersama Tim PKM -P dari Jurusan Arsitektur UPI usai presentasi poster dan gelaran produk PKM

Malam harinya setelah presentasi poster, digelar acara penutupan di kampus Universitas Mataram, sekaligus pengumuman para juara setiap bidang PKM yang akan menentukan juara umum PIMNAS 26. juara pada PIMNAS kali ini adalah ITS Surabaya.

ITS berhasil meraih gelar juara umum setelah mendapatkan 8 emas dari lomba presentasi dan 3 emas dari lomba poster, hal ini didukung dengan lolosnya 44 karya Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan 5 kategori, kategori lomba yang dilombakan diantaranya, Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P), Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T), Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT). Berikut 10 besar daftar perguruan tinggi yang memenangkan lomba poster dan presentasi di Pimnas ke-26 :

  1. Institut Teknologi Sepuluh November
  2. Universitas Airlangga
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Brawijaya
  5. Institut Pertanian Bogor
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Sanata Dharma
  8. Universitas Negeri Yogyakarta
  9. Universitas Sriwijaya
  10. Universitas Negeri Semarang

Hidangan sate bulayak dan lontong khas Mataram di acara penutupan PIMNAS 26 :) 

kebersamaan bersama rekan-rekan delegasi PIMNAS adalah hal yang jauh lebih berharga dari sekedar menjadi juara. Ini benar-benar merupakan momen yang sangat mengesankan :)

Rabu, 04 Desember 2013

Dokumentasi PIMNAS 2013 PKM-P Arsitektur UPI

Kamis, 17 Oktober 2013

Senggigi, Time to Play

Setelah selesai presentasi, para delegasi pimnas UPI segera merencanakan untuk liburan di lombok :) Mumpung di Mataram, kapan lagi bisa jalan-jalan. So, kami targetkan ke pantai senggigi plus pulangnya beli oleh-oleh. Dari penginapan ke lokasi Pantai Senggigi sebenarnya cukup jauh, sekitar 40 menit perjalanan darat. Kami menyewa bus sedang untuk mencapai lokasi. Untunglah lalu lintas di Mataram tidak padat seperti di Bandung.. jadi lebih menikmati perjalanan :)


Ini dia wajah-wajah sumringah para delegasi UPI di PIMNAS 26 Mataram (gimana ga seneng .. selain liburan gratis dapat uang saku pula dari pihak kampus lho :D) terima kasih atas apresiasi dari para petinggi kampus UPI kepada para tim PKM UPI yang berhasi lolos ke PIMNAS 26 :)
yang pertama kali dilakukan setelah turun dari bus ya.. foto-foto. Senyuman bahagia terpancar di wajah masing-masing. Nah .. sayangnya saya kurang fit saat itu. Entah kenapa sehabis presentasi, kepala mendadak pusing, mual-mual .. mungkin gejala masuk angin.  Jadi walaupun di pantai, saya tidak ikut berenang seperti kawan yang lain. Akhirnya saya hanya sebagai "satpam" saja disana. Ya nda papa, itung-itung amal :)

sekali-kali narsis dulu ah :D berpose di pantai. Gimana ? saya keren kan ?
Niatnya kami ke pantai ingin menyaksikan indahnya sunset, namun sayang, cuaca saat itu sedang mendung. Jadi kami tidak bisa menyaksikannya. Kecewa juga, jauh-jauh ke pantai ga bisa liat sunset :(


Pantai Senggigi memang pantai yang terkenal di Lombok. Pemandangannya indah, menarik dan eksotis (banyak bule berjemur disini :D). airnya pun bening, jernih dan asin tentunya. So, beberapa kawan memanfaatkannya dengan snorkling.

narsis dulu sebelum snorkling yah :D
kalo yang ini ga bisa main snorkling, jadi main perahu aja deh :). Lumayan murah, katanya sih Rp 20.000 sampe puas. Beruntung karena ditemani LO yang orang asli Mataram (LO di samping kanan namanya bang Idham Nazmi, humoris juga orangnya :) )
Jalan-jalan jauh ke Mataram ketemu juga sama orang Sunda, asa panggih jeung dulur atau artinya seperti bertemu saudara. Ternyata kakak-kakak cantik itu berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, duh senengnya bisa ketemu sebangsa di tanah perantauan .. cieeeilah :D. Nuhun ya teh, udah mau ngobrol-ngobrol plus foto bareng :D. Eh, lupa ga minta nomor teleponnya :(

Ada hal yang menarik saat kami pulang. Kang Erick ternyata agak pelupa orangnya atau kata orang sunda disebut limpeuran :D. Jadi ceritanya kang Erick ini santai-santai saja ikut berenang bersenang-senang ikut foto-foto dengan kami. Sampai saat mau pulang dia tanya "sendal saya mana ?", rupanya dia lupa sendalnya disimpan dimana. awalnya menuduh ada yang menyembunyikan. Sampai kami pun ikut mencari. Dan ternyata .. ketemu. Ini baru awalnya. setelah itu kami berjalan menuju bus. Sudah dekat ke tempat parkir, tiba-tiba kang erick nyeletuk "celana saya mana ?" . Kontan saja semua terpingkal-pingkal. Tadi hilang sendal sekarang celana. Eh, kok bisa ? ya, jadi yang hilang ternyata celana panjangnya. Saat mau nyebur ke pantai, celananya dibuka, ganti dengan celana pendek, tapi yang jadi masalah adalah lupa naruh celana panjangnya dimana. Mungkin karena terlalu keasyikan main ya kang ?
ini dia sosok kang Erick yang mengikhlaskan celana panjangnya untuk "disimpan" di Senggigi. inspiratif :)
So, sekarang ada perasaan rindu untuk kembali dan bermain lagi ke Senggigi. Banyak lokasi wisata di Lombok yang belum sempat kami jamah. Ini karena keterbatasan waktu. Ya, Lombok is beautiful. I will be back (next time >> kapan-kapan :) )

Rabu, 16 Oktober 2013

(WAJIB) Visit Bali sekali Seumur Hidup

Ya, ini hanya sebuah kelakar saja. Saat saya menginjakkan kaki di Ngurah Rai Airport, Bali saya teringat guru SD saya yang sudah almarhum, Pak Ace Sutisna namanya. Dulu waktu saya duduk di Kelas 4 SD, beliau sebagai guru kelas. Karakter beliau yang humoris selalu menjadi penyegar di sela-sela pelajaran. Saat pelajara IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) beliau pernah berkelakar yang kira-kira seperti ini katanya "sakali saumur hirup kudu pernah nyaba ka Bali, engke lamun maot ditanya ku malaikat, tos pernah ka bali acan ? lamun acan moal jadi maotna cenah, dititah ka Bali heula ku malaikatna" yang artinya dalam bahasa Indonesia "sekali seumur hidup harus pernah pergi ke Bali, Nanti kalau meninggal ditanya oleh malaikat, sudah pernah pergi ke Bali belum ? kalau belum, maka ga jadi meninggalnya, disuruh ke Bali dulu oleh malaikatnya". Ya, ga logis memang tapi sedikit humor yang langsung menggemparkan seisi kelas :D

foto saya dan teman saat di dalam pesawat. This is my first flight :) dan foto saya saat tiba di Ngurah Rai International Airport, Bali :) Saat pertama kali turun dari pesawat dan menjejakkan kaki di Bali :) udara panas langsung terasa atau kata orang Sunda istilahnya ngaheab. Wah salah kostum nih, saya malah pake jaket :(. Nah, pesawat mendarat di Bali untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok. Saat itu Bandara Ngurah Rai sedang dalam tahap renovasi. Interiornya pun masih dalam tahap pengerjaan belum di finishing sama sekali. Lantainya bahkan masih beton polos.

Jadi setelah menunggu agak lama (sekitar 2 jam lebih) karena pesawat delay akhirnya tiba giliran untuk melanjutkan penerbangan dengan pesawat kecil milik maskapai Wings Air. Cukup nyaman, walaupun tidak senyaman pesawat jenis boeing :). So it's time for me to leaving Bali :(


ini dia pesawat Wings Air yang akan membawa saya ke Lombok. Pesawatnya nyaman, pramugarinya juga ramah dan cantik pastinya :D

Perjalanan saya di Bali hanya sampai di Bandaranya saja. Hikmah dari PIMNAS 26, sekaligus menunaikan nasihat dari guru saya. Ya, saya sudah pernah ke Bali :) ,next time saya ingin berlibur dan menjelajah eksostisme pulau Bali. Walaupun hanya kelakar, tapi saya yakin ada makna tersembunyi yang ingin disampaikan. Mungkin beliau ingin berkata "cintailah Indonesia, Indonesia punya Bali yang mendunia".

ada yang menarik, saat perjalanan dari Bali menuju Lombok, dari pengeras suara pramugari mengatakan bahwa perjalanan akan ditempuh sekira 45 menit. Namun rasanya baru 15 menit duduk di pesawat, pilot sudah menginformasikan pesawat akan mendarat :)

Minggu, 29 September 2013

Pimnas 26 Mataram #2

Mataram, 11 September 2013

Alhamdulillah hari ini (11 September 2013) kami akhirnya maju untuk mempresentasikan hasil karya PKM. Dengan balutan jas almamater, kami tampak siap untuk bertarung :D memang aroma persaingan cukup kental di dalam ruangan presentasi. Lokasi presentasi agak cukup jauh. Lokasinya ada di gedung Fakultas Teknik Universitas Mataram. Biasanya kami menumpang bus pariwisata untuk mencapai venue (Universitas Mataram), namun kami diturunkan tidak pada lokasi presentasi, melainkan di Auditorium Universitas Mataram. Jarak dari Auditorium ke Fakultas Teknik cukup memakan waktu. Kami harus jalan kaki untuk mencapainya. Maklum Fakultas Teknik biasanya letaknya selalu di belakang, terpisah dengan fakultas lainnya. Mungkin kesannya mengeneralisir ya ? Entah kenapa seperti itu tapi ini sama dengan keadaan di kampus kami.

Hari itu kami mempresentasikan karya PKM-P kami yang berjudul "Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda" di hadapan tiga orang juri. Dewan juri yang dikomandoi oleh Ibu Dr. dr. Indwiani Astuti tampak tertarik terhadap penelitian kami. Walaupun latar belakang pendidikan mereka jauh berbeda dengan kami, tampak rasa ingin tahu yang besar. Hal ini dapat diamati dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari dewan juri Bapak Dr. E. Bimo Aksono dab Bapak Putu Gde Ariastita, ST, MT. sama sekali jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada peserta lainnya. Tidak ada maksud untuk mematahkan teori maupun menjatuhkan hasil penelitian kami, justru mereka ingin mengetahui lebih jauh (penilaian ini subjektif menurut tim kami :D)

Setelah presentasi, dosen pembimbing kami yaitu Bapak Nuryanto, S.Pd, MT. memuji performa kami.. hehehe. Beliau merasa sangat senang karena menurut beliau adalah hal yang bagus ketika dewan juri sampai mengatakan "tertarik pada penelitian" kami :D. Namun pada akhirnya karya kami ini tidak mengantarkan kami untuk meraih medali. Namun kami tetap senang dan bangga dengan pencapaian kami. Bisa tampil dalam panggung nasional yang bergengsi saja adalah sebuah mukjizat. Kami tidak pernah menduga sebelumnya kalau karya kami ini akan sangat dihargai sehingga kami diberikan kesempatan untuk membanggakannya di hadapan mahasiswa-mahasiwa terbaik dari seluruh Indonesia :)


Makan siang di Wilayah Kampus Universitas Mataram

Foto saat selesai presentasi. Tim berkumpul dengan kelompok peserta pimnas dari UPI untuk membicarakan destinasi wisata :D

Minggu, 15 September 2013

Pimnas 26 Mataram #1

Sabtu, 31 Agustus 2013

Diundang ke PIMNAS 2013 Mataram

Beberapa waktu lalu saya pernah bercerita, kalau proposal Program Kreativitas Mahasiswa yang saya ajukan didanai oleh Dikti. Setelah melalui tahapan demi tahapan seperti kami harus mengikuti monev internal dan puncaknya adalah monev eksternal yang penilaiannya langsung oleh dewan juri dari DIkti. Alhamdulillah, hari rabu tanggal 28 Agustus 2013, saya mendapat kabar kepastian kelulusan proposal PKM saya. Sebelumnya sempat ragu, karena salah seorang teman saya yang memberitahukannya. Setelah lihat pengumuman resminya, benar saja nama saya terpampang di sana. Rasanya seperti mimpi, tidak percaya bahwa saya bisa diundang ke PIMNAS :D

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian ini kami menjadi salah satu tim yang didelegasikan untuk mewakili kampus UPI. Saya ingat waktu pertama kali masuk ke UPI, saat masa orientasi, panitia menayangkan video 'Pembuat Jejak'-nya mas Danang Ambar Prabowo. Saya perhatikan dengan antusias, inspiratif sekali mas Danang ini. Saya pun bermimpi untuk bisa seperti beliau. Dan ternyata 3 tahun kemudian Allah SWT mengabulkan mimpi saya itu. Saya sekarang akan bertarung di PIMNAS 2013 Mataram pada 9 September mendatang.

Insya Allah ke depannya saya akan menuliskan pengalaman saya di Mataram melalui blog ini :D

Rabu, 10 April 2013

Toko De Vries, Toserba Pertama di Bandung

Jalan-jalan di Kawasan Braga Bandung serasa kembali ke masa lalu. Di kawasan ini banyak karya arsitektur bergaya Eropa. Ya, sama seperti kota tua di Jakarta dan di Semarang. Kawasan Braga menjadi pusat kebudayaan warga Belanda di Indonesia pada zaman penjajahan dulu. Kalau kita bergerak dari arah Jl. Jend. Ahmad Yani menuju Alun-alun Bandung kita akan melewati Jl. Asia Afrika. Terkenal di kawasan ini adalah Gedung Merdeka dan Hotel Savoy Homann. Tapi jangan lewatkan di sebelah Hotel Savoy Homann ada bangunan peninggalan Belanda yang juga menarik sejarahnya. Ya, namanya Toko De Vries.
Gambar. Toko De Vries (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Toko de Vries terletak di bagian ujung selatan Jalan Braga, bersebelahan dengan Hotel Savoy Homann. Bangunan ini juga bersebrangan dengan Gedung bersejarah Concordia yang kini dikenal sebagai Gedung Merdeka. Pada awalnya bangunan Toko De Vries ini dibangun pada tahun 1895 denga gaya bangunan Oud Indisch Stijl (Gaya Klasik Indies) Kemudian dipugar oleh Biro Edward Cuypers Hulswit menjadi bangunan yang bergaya klasik Eropa. Ciri khasnya adalah pada menara yang menyatu dengan bangunannya. Toko de Vries merupakan toko serba ada yang pertama, terbesar, dan terlengkap di Bandung hingga dekade pertama abad ke-20.