Tampilkan postingan dengan label Universitas Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Mataram. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

Nuryanto: “Sebaiknya UPI Membuat Format Baku”


Mataram, UPI

“Sebetulnya juri terlihat sangat tertarik dengan desain rumah panggung, sangat menarik karena berkaitan dengan sistem kosmologi, tetapi juri terlihat kurang menguasai materi tentang topik Arsitektur Tradisional Sunda, hanya fokus pada kosmologi serta bagaimana hubungan antara Green Architecture dengan Arsitektur Tradisional Sunda (rumah panggung), sehingga membuat mahasiswa terlihat kesulitan menangkap arah pertanyaan dari juri yang intinya bertanya tentang bagaimana perubahan perilaku penghuni setelah rumahnya dikembangkan dengan pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda,” ujar Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars., saat mengamati anak didiknya melakukan presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-26 di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (9-13/9/2013).

Civitas akademika Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI merasa puas dan bangga dengan lolosnya Hadi Yanuar Iswanto, Adam Priyadi, Ikhwan Nurtadril, dan Luthfi Pratama, karena mewakili jurusannya untuk tampil di tingkat nasional melalui Pimnas untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) dengan judul Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda, dibawah bimbingan Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars.

Berkaitan dengan PIMNAS, Nuryanto mengungkapkan beberapa hal, antara lain tahap persiapan yang kurang/minim, sehingga berdampak pada kurangnya rasa percaya diri. Menurut Nuryanto,“Sebaiknya UPI membuat format yang baku dalam tahap pembinaan dibuat melalui pengkaderan dan proses penjaringan bibit mahasiswa berprestasi mulai dari jurusan hingga fakultas, mahasiswa diarahkan secara khusus oleh dosen sesuai dengan keahliannya. Menjelang pelaksanaan mahasiswa tersebut dikarantina untuk melakukan latihan simulasi presentasi, memupuk kepercayaan diri, motivasi, keberanian, dan lain sebagainya. Karantina ini didampingi oleh dosen pembimbing dan dosen ahli sesuai bidangnya.

“Tahap Evaluasi harus dilakukan mulai dari persiapan hingga format pembinaan atau pengkaderan. Pimpinan universitas harus meningkatkan upaya dalam mendorong para dosen melakukan sosialisasi pentingnya PIMNAS kepada mahasiswa yang didalamnya terdiri dari beberapa bidang (penelitian, pengabdian masyarakat, karsa cipta, teknologi, wirausaha, dll). Dosen-dosen yang mendapatkan program hibah penelitian, sebaiknya melibatkan mahasiswanya dalam memacu semangat meneliti mahasiswa,” ujarnya. “Pada saat pelaksanaan dan selesai PIMNAS, institusinya harusnya memberikan penghargaan kepada mahasiswanya melalui berbagai cara,” tutupnya. (dodiangga)
sumber : http://berita.upi.edu/2013/09/17/nuryanto-sebaiknya-upi-membuat-format-baku/

Minggu, 29 September 2013

Pimnas 26 Mataram #2

Mataram, 11 September 2013

Alhamdulillah hari ini (11 September 2013) kami akhirnya maju untuk mempresentasikan hasil karya PKM. Dengan balutan jas almamater, kami tampak siap untuk bertarung :D memang aroma persaingan cukup kental di dalam ruangan presentasi. Lokasi presentasi agak cukup jauh. Lokasinya ada di gedung Fakultas Teknik Universitas Mataram. Biasanya kami menumpang bus pariwisata untuk mencapai venue (Universitas Mataram), namun kami diturunkan tidak pada lokasi presentasi, melainkan di Auditorium Universitas Mataram. Jarak dari Auditorium ke Fakultas Teknik cukup memakan waktu. Kami harus jalan kaki untuk mencapainya. Maklum Fakultas Teknik biasanya letaknya selalu di belakang, terpisah dengan fakultas lainnya. Mungkin kesannya mengeneralisir ya ? Entah kenapa seperti itu tapi ini sama dengan keadaan di kampus kami.

Hari itu kami mempresentasikan karya PKM-P kami yang berjudul "Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda" di hadapan tiga orang juri. Dewan juri yang dikomandoi oleh Ibu Dr. dr. Indwiani Astuti tampak tertarik terhadap penelitian kami. Walaupun latar belakang pendidikan mereka jauh berbeda dengan kami, tampak rasa ingin tahu yang besar. Hal ini dapat diamati dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari dewan juri Bapak Dr. E. Bimo Aksono dab Bapak Putu Gde Ariastita, ST, MT. sama sekali jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada peserta lainnya. Tidak ada maksud untuk mematahkan teori maupun menjatuhkan hasil penelitian kami, justru mereka ingin mengetahui lebih jauh (penilaian ini subjektif menurut tim kami :D)

Setelah presentasi, dosen pembimbing kami yaitu Bapak Nuryanto, S.Pd, MT. memuji performa kami.. hehehe. Beliau merasa sangat senang karena menurut beliau adalah hal yang bagus ketika dewan juri sampai mengatakan "tertarik pada penelitian" kami :D. Namun pada akhirnya karya kami ini tidak mengantarkan kami untuk meraih medali. Namun kami tetap senang dan bangga dengan pencapaian kami. Bisa tampil dalam panggung nasional yang bergengsi saja adalah sebuah mukjizat. Kami tidak pernah menduga sebelumnya kalau karya kami ini akan sangat dihargai sehingga kami diberikan kesempatan untuk membanggakannya di hadapan mahasiswa-mahasiwa terbaik dari seluruh Indonesia :)


Makan siang di Wilayah Kampus Universitas Mataram

Foto saat selesai presentasi. Tim berkumpul dengan kelompok peserta pimnas dari UPI untuk membicarakan destinasi wisata :D