Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

10 Cara Membuat Presentasi PowerPoint Menjadi Menarik

Memasuki pertengahan tahun ini saya ingin sedikit berbagi tips untuk membuat presentasi powerpoint kepada rekan-rekan. Powerpoint adalah alat bantu presentasi yang populer digunakan oleh khalayak baik mahasiswa, dosen, guru maupun praktisi bisnis lainnya. Karakteristiknya yang mudah dan banyak fitur menjadi keunggulan tersendiri. Selama ini powerpoint terkadang digunakan hanya sebagai salinan contekan yang ditampilkan ke hadirin. Biasanya seorang presenter yang teknik presentasinya demikian dianggap membosankan dan hadirin menjadi tidak tertarik dengan topik yang dibawakannya, meski isi materinya itu sangat bagus. Cara presentasi demikian pernah saya alami, saya juga pernah ditegur oleh dosen dengan  gaya presentasi yang membosankan itu. Alhamdulillah dengan adanya PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan saya ikut berpartisipasi di dalamnya, saya mendapat banyak pelajaran bagaimana menjadi presenter yang baik serta menyusun materi ke dalam powerpoint untuk dapat terlihat menarik. Tampilan yang menarik akan menggugah hadirin untuk menyimak presentasi kita sampai selesai.
Untuk membuat tampilan powerpoint menjadi menarik hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
  1. Pertama untuk desain power point itu sendiri, kita bisa membuat template sendiri yang menunjukkan karakter dan menjadi ciri khas dalam setiap penampilan. Sebaikya desain template dibuat dengan memperhatikan fungsi, bersih dan simple, tidak perlu banyak menampilkan pernak pernik atau gambar-gambar yang tidak ada hubungannya dengan materi. Warna pada template juga sebaiknya dibatasi menjadi 2 atau 3 warna. Penggunaan banyak pernak-pernik dan warna yang berlebihan malah akan membuat pusing orang yang membacanya
  2. Cover adalah bagian pembuka dari presentasi, ini merupakan salah satu bagian penting yang memberi informasi tentang topik yang akan dibawakan. Biasanya pada halaman cover terdapat judul, nama presenter, logo, tanggal dan lokasi presentasi. Disini bisa juga ditambahkan sebuah gambar yang mewakili tema.
  3. Pada bagian pembukaan, biasanya ada latar belakang atau pendahuluan yang menjadi inti permasalahan. Tulisan panjang lebar yang teoritis bisa dikonversi menjadi sebuah gambar besar atau infografis yang simple untuk diceritakan. 
  4. Perhatikan jenis dan ukuran font yang digunakan. Gunakanlah font standar dengan ukuran yang jelas dan mudah dibaca, misalnya Arial ukuran 28.
  5. Usahakan pada slide lebih diperbanyak gambar dan grafik, sebaiknya buat tulisan menjadi lebih ringkas. Buat poin-poin yang tajam langsung kepada inti. 
  6. Nomor halaman pada setiap slide juga penting, namun ini sering dilupakan :)
  7. Sisipkan animasi, namun jangan berlebihan karena akan membuat tidak fokus kepada materinya.
  8. Jika dibutuhkan, bisa disisipkan video yang berkaitan dengan materi, video ini bisa jadi adalah dokumentasi pribadi atau bisa diunduh dari youtube. Jangan lupa cantumkan sumbernya jika itu bukan milik pribadi :)
  9. Buat animasi pada setiap transisi atau pergantian slide. Namun jangan berlebihan, pilih yang sederhana. Pernah saya melihat presentasi yang setiap pergantian slide selalu berputar-putar, ini membuat pusing :|
  10. Slide tidak perlu dibuat banyak-banyak, ini bukan skripsi atau makalah :) , langsung saja kepada inti yang ingin disampaikan. Sesuaikan dengan waktu presentasi, rata-rata 10-15 slide
Demikianlah cara membuat presentasi powerpoint, terima kasih sudah menyimak, semoga bermanfaat. Sedikit tambahan untuk rekan-rekan mahasiswa, untuk melakukan presentasi lakukanlah dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri. Jangan terpaku dengan layar atau membaca isi slide. Untuk itu sebelum presentasi perlu menguasai materi yang akan dibawakan. Supaya lebih sistematis, bisa dibuat skenario atau bahan yang akan diceritakan pada setiap slide. Mulai dari pembukaan, isi, penutupan hingga humor dalam presentasi bisa diskenariokan untuk kemudian dihafalkan :)

Kamis, 18 September 2014

Definisi Cinta dalam Perspektif Saya :)

Topiknya kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Jangan anggap serius postingan ini. Mungkin sedikit ngawur. Sekedar mengekspresikan apa yang ada dalam hati dan pikiran. Cinta pada dasarnya terdiri dari kata ci dan ta yang saling bersatu padu menjadi kesatuan yang utuh. Cita menunjukkan cita-cita atau tujuan yang hendak dicapai. Kita setuju dalam cinta pasti ada tujuan. Tujuannya untuk membahagiakan satu sama lain. Saat rasa cinta itu tumbuh ada tiga hal yg akan dilakukan seseorang pertama akan mengekspresikannya secara cepat dan gamblang, yang kedua akan menunggu saat yg tepat untuk mengekspresikannya, dan yang terakhir ini terlalu rumit saat seseorang tersebut harus memendam rasa dan hanya bisa mengekspresikannya dalam hatinya sendiri. Tipe yang disebutkan terakhir itu nampaknya cukup populer. Sebuah kisah dramatis yang memiliki nilai tinggi. Bahkan novel klasik Indonesia banyak yang bertema kasih tak sampai.
Lalu saya termasuk yang mana ? Cukup saya dan Tuhan yang tau :) toh ketiga tipe itu memiliki efek positif dan negatifnya.

Rabu, 26 Maret 2014

Silent is Golden Ala Boediono

Berawal dari sebuah sajian humor berbentuk potongan gambar peristiwa yang sedang booming di media sosial atau terkenal dengan sebutan "memecomic" (baca:mimkomik) -awas jangan salah membacanya :D. Komik seperti ini populer di twitter dan facebook, diupdate hampir setiap jam. Mayoritas isinya tentang jomblo dan lika-liku hidup mahasiswa, terkadang mengkritik sesuatu yang sedang menjadi trending topic. Tidak jarang juga isinya mengkritik kebijakan pemerintah saat ini.


Salah satu yang membuat saya untuk berkomentar adalah sindiran untuk Wapres Boediono. Ditulis antara ada dan tiada. Saya sering tergelitik dan kadang mendiskusikan ini dengan rekan-rekan dan kawan aktivis.  Saya kaget saat kawan saya banyak yang bilang "memang indonesia punya wapres ?" sering saya merasa perlu untuk menjelaskan dan tidak jarang juga kemudian berdebat sengit. Beberapa orang berpendapat orang yang diam tak menampakkan diri di hadapan media itu tidak ada kerjanya. Wapres Boediono memang selama ini jarang tampil di media, beliau lebih banyak bekerja di balik layar. Mungkin selama ini kita terlalu sering melihat akrobat para politisi yang dicitrakan sederhana dan dikatakan mau bekerja untuk rakyat dengan cara blusukan. Maka mulai banyak menjelang pemilu atau pemilukada tokoh-tokoh calon pemimpin blusukan untuk mendapat simpati rakyat. Rakyat pun terlena dan menikmati drama seperti ini. akhirnya kita lupa bahwa ukuran kinerja seseorang tidak bisa diukur dengan seberapa sering blusukan atau seberapa sering diliput stasiun TV dan koran. Wapres Boediono adalah sosok pemimpin yang saya pikir punya teladan untuk itu. Beliau bekerja untuk kepentingan rakyat, tetapi tidak banyak diliput media. Kalau masih banyak yang nyinyir terkait kinerja pak Boediono, maka saya ingatkan kembali, beliau dipakai oleh beberapa presiden lho. Itu bukti bahwa kinerjanya baik. Lalu bagaimana dengan kasus Century ? saya sebagai awam ekonomi tidak ingin mengulas lebih jauh. Namun bagi saya kalau memang pada saat itu benar krisis terjadi di Indonesia, maka yang salah juga Pak Boediono membiarkan Indonesia terkena dampak krisis global. Mungkin kita sulit untuk memahaminya karena toh saat ini banyak rakyat Indonesia hidup berkecukupan meski ada segelintir orang yang hidupnya sengsara.  
Hari Kamis, 19 Maret 2014 lalu, Wapres Boediono berkesempatan hadir di Acara Mata Najwa Metro TV. Najwa Shihab sebagai host acara tersebut seperti biasa dengan pertanyaan cukup pedas sehingga membongkar semuanya yang selama ini luput dari perhatian publik, termasuk kasus century. Setelah melihat acara tersebut, saya semakin kagum dan bangga. Inilah sosok pejabat yang sebenarnya. Sedikit saya mengutip prolog dari acara tersebut, "Pak Boed, begitu ia kerap disapa, pribadi hening dari ingar-bingar berita. Sebagai pribadi Pak Boed suri teladan, sebagai pejabat silakan diperdebatkan. Dia tak banyak bicara mengutas kata, apalagi membumbui dirinya dengan citra. Sosok teknokrat jenis pekerja, tegak lurus atasan & detil dalam berencana." Catatan najwa di episode mata najwa hari kamis, 19 maret 2014 itu menarik untuk disimak. bunyinya seperti berikut
Pak Boed lama bersama kekuasaan, dalam makna lain telah memberi pengabdian. Dia mungkin contoh yang sempurna, pejabat nonpolitik yang relatif diterima. Sebagai wapres dia tahu diri, berada di gelanggang sebagai pengganti. Kini dia menjadi samsak amuk politik, akibat bank gagal berdampak sistemik. Ada yang menudingnya miskin terobosan, hanya karena Pak Boed taat aturan. Dia bukan bintang liputan media, meski bukan berarti sedikit bekerja. Selamanya kita bisa belajar dari dirinya, laku keseimbangan yang terjaga. Berwibawa tanpa banyak kata, lama berkuasa namun tetap hidup sederhana. Dia teknokrat yang santun dalam batasan, menyeimbangkan peran & atasan. Bekerja dalam dingin rasionalitas angka, paham distorsi pasar & negara. Pak Boed terpuji karena laku sederhana, merintis jalan menuju negeri sejahtera, meski ia tak sepenuhnya berkuasa. Dalam kecamuk belenggu para politisi, Boediono contoh pekerja yang memilih sunyi.
 Berikut ini adalah video acara Mata Najwa episode Boediono :)

Sabtu, 11 Januari 2014

Langkah Awal Menuju Bandung Juara

Tahun 2013 menjadi tahun yang bersejarah bagi Kota Bandung. Kepemimpinan Kota Bandung beralih dari Dr. H. Dada Rosada, SH, M.Si yang habis masa bakti tugasnya ke Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD yang terpilih secara demokratis. Beliau terpilih bersama Oded M. Danial selaku Wakil Walikota Bandung untuk masa bakti 2013-2018. Walikota Bandung yang baru berlatar belakang arsitek. Belakangan sebelum mencalonkan sebagai walikota Bandung, nama beliau semakin terdengar terutama di kalangan akademisi khususnya mahasiswa arsitek. Karya-karya beliau banyak yang menjadi inspirasi desain bagi para mahasiswa arsitektur. Karya-karya beliau diantaranya adalah Museum Tsunami di Aceh, Masjid Al-Irsyad di Kotabaru Padalarang, dan lain-lain. Beliau juga aktif mengisi seminar-seminar dalam bidang arsitektur. Mahasiswa-mahasiswa arsitektur seperti saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghadiri seminarnya beliau.

Walikota Bandung (kiri) dan Wakil Walikota Bandung (kanan) 2013-2018

Sebuah kejutan besar bagi masyarakat kota Bandung. Pada awal masa pemerintahannya, Walikota Bandung Ridwan Kamil langsung muncul ke publik dan membuat gebrakan-gebrakan nyata. Dimulai dengan hari naik angkot gratis, hari jumat bersepeda, hari rabu berbahasa sunda, dan lain-lain. Tidak sekedar untuk pencitraan namun hal tersebut dibuktikan bahkan untuk gerakan hari jumat bersepeda, beliau juga mencontohkan naik sepeda dari rumah ke kantornya di Balaikota pada hari jumat bahkan tidak hanya hari jumat saja menggunakan sepeda, tapi juga hari-hari lainnya. Hal ini terbukti dari beberapa tangkapan kamera yang sering memotret beliau ketika sedang bersepeda untuk menghadiri urusan kedinasan. Selanjutnya banyak gebrakan nyata yang muncul seperti penataan di JL. Kepatihan Bandung, penataan PKL, penataan taman-taman di Bandung dengan tema yang unik, dan lain-lain.

Hari ini masa pemerintahan Walikota Bandung Ridwan Kamil telah lebih dari 100 hari, belum setahun memang. Namun gebrakan nyata, perubahan-perubahan yang terus dilakukan memberi harapan bagi warga kota Bandung, termasuk saya. Saya rasa kalau begini terus keadaannya Bandung akan semakin nyaman untuk ditempati. Tidak menutup kemungkinan Bandung akan menjadi kota terbaik di Indonesia 5 tahun yang akan datang. Khayalan tentang wajah Kota Bandung seperti di negara maju bisa jadi kenyataan. Dalam beberapa pekan terakhir ada kabar yang berhembus Ridwan Kamil dinilai pantas menjadi Presiden RI 2014. Saya rasa itu terlalu cepat, saat ini Bandung sedang membutuhkan beliau untuk mewujudkan Bandung JUARA.

Berikut ini adalah buku digital yang berisi kesuksesan kepemimpinan Walikota Bandung Ridwan Kamil beserta Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial selama tahun 2013. Seperti judulnya ini adalah "Langkah Awal", tentu kita menunggu kelanjutannya :)
Selamat bekerja Pak Walikota.

Sabtu, 11 Mei 2013

Revitalisasi Halte Sebagai Upaya Mengurangi Penyebab Kemacetan LaluLintas

Pemerintah Kota Bandung telah membangun halte yang tersebar ke seluruh penjuru kota. Halte tersebut berfungsi sebagai tempat calon penumpang menunggu angkot atau bus kota. Namun halte yang ada belum berfungsi secara optimal.Desain halte tidak menguntungkan kepada calon penumpang. Informasi mengenai jurusan angkutan terdapat di belakang dan ukuran tulisannya pun tampak kecil, sehingga akan sulit dibaca dari kejauhan. Sebagai kota tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara, maka ketersediaan peta Kota Bandung menjadi penting untuk menambah citra positif terhadap pemerintah kota. Namun seperti yang tampak pada gambar, hal ini terabaikan.Kemudian, berdasarkan pemantauan, keadaan halte di Kota Bandung terkesan kumuh dan tidak terawat, sehingga calon penumpang merasa sungkan untuk menunggu angkutan di halte.Sebagian halte dijadikan objek aksi vandalisme yang merusak estetika halte tersebut.Di beberapa halte justru dijadikan tempat untuk berjualan, sehingga halte tersebut kehilangan fungsi utamanya. Keberadaan halte di Kota Bandung yang tidak terawat dapat merusak pemandangan kota.
Halte merupakan suatu tempat yang dirancang bagi prasarana masyarakat calon penumpang untuk naik atau turun dari angkutan umum.Halte merupakan suatu bentuk terminal dalam skala kecil (Indra Lesmana, 2007).Penyediaan terminal merupakan suatu persyaratan mutlak untuk memperoleh sistem perangkutan yang efisien dan aman, baik bagi gerak angkutan maupun bagi sistem lalu lintas itu sendiri (Hussain, 1985).Oleh karena itu penyelenggaraan terminal berperan dalam menunjang tersedianya jasa transportasi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan lalu lintas dan pelayanan angkutan yang selamat, aman, cepat, tepat, nyaman, teratur dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat (Djaelani, 1999).

Potensi angkot yang ada saat ini berjumlah 38 trayek (Sumber : Bandung Dalam Angka) yang dapat didayagunakan secara optimal. Dengan jumlah trayek tersebut dapat meminimalisasi kecenderungan masyarakat untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi.Dalam sebuah survey yang dilakukan terungkap bahwa sebesar rata-rata 75% masyarakat mempunyai minat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, beberapa angkot cenderung tidak disiplin untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.Angkot bisa berhenti di mana saja, bahkan dapat berhenti di tengah jalan, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.Dari hasil wawancara terhadap sopir angkot didapat hasil bahwa rata-rata kejadian tersebut disebabkan oleh faktor calon penumpang yang tidak menunggu di halte.Berdasarkan hasil survey 9 dari 10 orang menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan halte ketika naik atau turun dari angkot.Alasannya adalah karena lokasi halte sangat jauh dari lokasi keinginan penumpang untuk naik atau turun dari angkot.

Penyediaan halte yang baru di seluruh penjuru Kota Bandung akan menertibkan angkot di Kota Bandunguntuk menaikkan dan menurunkan penumpang pada tempatnya. Halte yang baru, dirancang dengan mempertimbangkan fungsi dan  estetika arsitektur sebagai penarik minat masyarakat untuk mau menggunakan halte. Hal ini memberikan pelayanan berkualitas prima kepada masyarakat untuk menunjukkan keunggulan angkot agar masyarakat tertarik menggunakan angkot sebagai sarana transportasi utama sehari-hari sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat diminimalkan intesitasnya.Serta bagi masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan angkot, agar dapat tertarik untuk disiplin menggunakan halte.


Gambar : Gagasan Desain Halte (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Halte yang akan dirancang tentu harus memberikan perlindungan kepada pengguna halte tersebut dari terik matahari dan air hujan. Maka desain halte akan dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, maka desain halte yang baru akan mencerminkan wajah Kota Bandung untuk mempromosikan khazanah budaya Sunda sebagai jati diri Kota Bandung. Konsep dari desain ini adalah “Mulih ka Bandung” yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Kembali ke Bandung”. Hal ini akan tampak pada ornamen - ornamen yang tersemat pada bangunan halte. Untuk memudahkan navigasi calon penumpang angkot, maka disediakan peta Kota Bandung yang memuat lokasi titik - titik halte terbangun. Selain itu dilakukan penyempurnaan terhadap informasi trayek angkutan kota yang akan transit di halte tersebut.
*Catatan : Gagasan ini telah dipresentasikan dalam bentuk proposal penelitian PKM-GT Tahun 2012

Senin, 06 Mei 2013

Demokrasi Meritokratik

Oleh :
Anas Urbaningrum

DEMOKRASI adalah nilai kebajikan politik. Perjalanan yang panjang menjadi bukti bahwa demokrasi mempunyai kesanggupan diuji sejarah. Dengan berbagai kekurangannya, demokrasi telah menjadi pilihan utama banyak negara di dalam sistem politiknya. Tentu saja kemampuan demokrasi ditopang oleh tersedianya ruang koreksi dari dalam. Tujuan demokrasi amat terang: demi kebaikan bersama, yakni keadilan politik. Kebebasan sebagai salah satu spirit demokrasi adalah pilar penyangga yang pokok.

Tanpa kebebasan dan egalitarianisme, demokrasi akan kehilangan separuh nafasnya. Dengan demokrasi sebagai pilihan, tidak ada yang meragukan kebaikan tujuan. Amat pasti tujuannya adalah baik. Kebaikan tujuan saja ternyata tidak cukup. Memegang kebaikan tujuan mesti disertai dengan kesetiaan kepada cara yang sejakan dengan tujuan itu. Karena itu, tujuan yang baik mesti ditempuh dan diperjuangkan dengan cara yang baik. Tujuan yang baik tidak boleh dijalankan dengan metode yang buruk. Tujuan tidak bisa ditempuh dengan menghalalkan segala cara. Cara-cara yang tidak baik justru akan melukai tujuan, bahkan bisa menenggelamkan tujuan itu sendiri.
Meritokrasi adalah sarana yang baik dalam sistem politik untuk menghasilkan produk-produk yang terbaik dalam proses demokrasi. Meritokrasi bisa memberikan ruang dan penghargaan lebih kepada mereka yang berprestasi atau berkemampuan. Sistem ini bagi masyarakat banyak akan memberikan rasa keadilan. Mereka yang berprestasi bisa menjadi pemimpin, tetapi tetap  membuka diri untuk menerima kritik kepada mereka yang tidak mendapat tempat untuk memimpin. Dalam pengertian khusus, meritokrasi akan bertentangan dengan nepotisme. Karena nepotisme lebih mengutamakan hubungan yang tidak didasarkan pada prestasi atau kemampuan.

Dalam konteks demokrasi, ajaran "realis" Machiavelli tidak relevan digunakan. Demokrasi yang di dalamnya bisa memberikan kesempatan luas pada siapa saja untuk berprestasi, akan terjaga martabat kebaikannya. Juga harus diikuti oleh kesetiaan untuk menggandeng etika, moralitas, fatsoen, kesantunan dan antikekerasan. Tujuan demokrasi tidak boleh ditempuh dengan menghalalkan segala cara. Berpikir, bersikap dan menghalalkan segala cara sebagai metode menempuh tujuan demokrasi adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar dan tujuan demokrasi. Tujuan menghalalkan cara justru akan memasukkan elemen haram dalam demokrasi!

Wallahualam. [***]

Sumber : Rakyat Merdeka Online - Kamis, 14 Maret 2013 , 22:56:00 WIB (http://www.rmol.co/read/2013/03/14/102305/Demokrasi-Meritokratik-)

Jumat, 12 April 2013

Pembangunan Manusia Indonesia Sejak Dini, Menyongsong Indonesia Negara Maju 2045

Oleh:

Hadi Yanuar Iswanto

Beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berpidato bahwa Indonesia akan menjadi negara maju di tahun 2045. Proyeksi Indonesia menjadi negara maju dan kuat di abad 21 merupakan sebuah capaian atas Sustainable Growth and Development Program yang dicanangkan pemerintah. Perekonomian Indonesia di tahun 2045 diprediksi akan menjadi kuat, berkeadilan dan ramah lingkungan. Selain itu demokrasi menjadi lebih matang dan stabil dengan terbangunnya peradaban unggul, maju, produktif, inovatif dan berkelanjutan, serta harus utuh dan berjangka panjang. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato yang berjudul “Ekonomi Indonesia Sebuah Manifesto Pembangunan Abad 21” dalam acara Penyatuan Visi “Bersama Menuju Indonesia Maju 2030”, di Jakarta, 13 Nopember 2012 lalu.

Hal tersebut menjadi topik yang menarik dibahas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia boleh dibilang mengalami kemajuan yang signifikan. Berkali-kali delegasi Indonesia menjadi juara dalam kompetisi-kompetisi bergengsi tingkat dunia. Proyeksi Indonesia menjadi negara maju di 2045 bukan hal yang tidak mungkin. Tentu dengan melihat kemajuan tersebut kita menjadi optimis dengan pidato presiden tersebut. Namun dinamika dalam berdemokrasi menimbulkan berbagai argumen. Ada sebagian yang pesimis dengan hal tersebut. Pemerintah pun mulai menggalakkan program-program pro rakyat. Usaha-usaha tersebut ada sebagian kalangan yang menyebutkan pemerintah terlambat melakukannya. Namun walaupun terlambat, tetap saja tidak siap untuk mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang akan terjadi. Akhir-akhir ini kasus korupsi kian marak diberitakan di media-media nasional. Pelakunya tidak hanya pejabat-pejabat tinggi. Pejabat kelas menengah dan rendah ikut tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kejadian-kejadian tersebut adalah dampak nyata yang menunjukkan bahwa moral bangsa ini sudah mulai rusak.  Pancasila sebagai pilar bangsa sudah dianggap kuno dan sebagian menganggap tinggal sejarah. Lalu solusi datang dari pemerintah melalui program pendidikan berkarakternya. Lalu apakah solusi tersebut cukup untuk membenahi kerusakan yang terjadi ? Kemudian mampukah Indonesia menjadi negara maju di 2045 ?

Sejatinya selama ini pemerintah lebih mengutamakan pembangunan sistem dibandingkan pembangunan manusianya. Usaha Kementerian Pendidikan Nasional dalam program pendidikan berkarakter patut diacungi jempol. Selain itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah menyiapkan beasiswa bidik misi setiap tahunnya untuk siswa dari keluarga tidak mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya akan lebih baik apabila disosialisasikan sejak dini, yakni sejak masih kanak-kanak. Belajar dari negeri sakura, Jepang, poin utama kehidupan masyarakat di Jepang adalah kedisiplinan. Kedisiplinan bangsa ini telah mengakar kuat sejak masa kanak-kanak. Untuk mengetahui hal ini salah satunya adalah pada kebijakan manajemen bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang yang harus dipatuhi oleh rakyatnya. Di Jepang, setiap rumah dianjurkan untuk memiliki ransel khusus keadaan darurat. Di dalam ransel tersebut berisi perlengkapan yang dibutuhkan sehari-hari. Selain itu juga selalu mengadakan simulasi bencana yang dilakukan bahkan bagi anak-anak TK sekalipun. Kalau kita membaca petunjuk-petunjuk pengelolaan dalam keadaan darurat di Jepang, nampaknya merepotkan. Namun rakyat Jepang ternyata mematuhinya. Dari hal kecil ini kita bisa mengetahui bahwa kedisiplinan dan kepatuhan orang Jepang. Maka tidak heran apabila Jepang menjadi negara maju yang dijuluki Macan Asia.

Tidak ada yang sempurna dari suatu negara manapun. Ada kekurangan dan kelebihan. Namun bukankah bagus apabila kita mencontoh kebaikan suatu negara. Contoh baik dari bangsa Jepang adalah kedisiplinan dan kepatuhan raytnya terhadap sistem yang dijalankan oleh pemerintahnya. Sebagus apapun sistemnya apabila manusia yang menjalankannya rusak, maka fungsi dan manfaat dari sistem tersebut akan kabur,

Akhir-akhir ini kita disuguhi oleh hasil survey dari berbagai lembaga survey yang menunjukkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Hasil survey menujukkan bahwa rakyat meragukan kredibilitas pemerintah saat ini. Dengan maraknya kasus korupsi yang menjerat pejabat serta lemahnya penegakan hukum menjadi kontribusi yang besar terhadap penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk menunjukkan wibawanya. Pemerintah harus membangun sumber daya manusia yang kokoh lahir bathin.

Dalam  setiap pemilu dan pemilukada, setiap calon berlomba-lomba menawarkan program pro rakyat. Ketika terpilih banyak yang mengatakan bahwa mereka lupa kepada rakyat, tidak menepati janjinya. Apakah benar demikian ? Nyatanya begitu banyak Undang-Undang dan Perda yang dihasilkan setiap tahunnya. Baik eksekutif maupun legislatif saat ini lebih mengutamakan pembangunan sistem. Jarang sekali yang menjawab pertanyaan "Bagaimana caranya agar rakyat mau menjalankan sistem yang ada ?" Sistem-sistem yang berjalan saat ini sudah bagus. Namun setiap pergantian pemimpin sistem yang sebelumnya bagus diganti dengan yang baru. Sebenarnya permasalahan utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sistem yang ada. Oleh karena itu calon pemimpin seharusnya memikirkan upaya untuk memanusiakan manusia Indonesia. Sekali lagi sebagus dan secanggih apapun sistem yang diterapkan akan menjadi tidak terasa manfaatnya apabila manusia yang menjalankannya sudah rusak.

Pendidikan sejak dini harus diutamakan. Terutama adalah pendidikan kedisiplinan. kedisiplinan ini juga harus dimulai dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Apabila Pemerintah Indonesia concern terhadap hal ini maka kasus-kasus penyimpangan dan kejahatan yang melanggar hukum dapat diminimalkan. Kedisiplinan adalah akar dari segalanya. Permasalahan korupsi juga karena kesadaran dan kedisiplinan yang rendah. Apabila manusia Indonesia telah berdisiplin tinggi, bukan mustahil negara ini menjadi negara maju di. Proyeksi Indonesia menjadi negara maju di 2045 harus didukung oleh seluruh elemen, baik dari pemerintah dan masyarakatnya. Saat ini sudah banyak Perda dan Undang-Undang yang diterbitkan. Hanya tinggal bagaimana mengelolanya. Sistem saat ini sudah bagus. Ekonomi, Politik, Hukum, Sosial dan Budaya. Lalu apa lagi ? Hanya Manusianya yang harus di-upgrade lahir bathin untuk mendukung sistem tersebut.
*)Penulis adalah Mahasiswa di Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia

Rabu, 10 April 2013

Green Architecture, Solusi Bangunan Ramah Lingkungan

Oleh :
Hadi Yanuar Iswanto
NIM : 1006590

Akhir-akhir ini orang-orang di seluruh dunia ramai membicarakan tentang  “go  green”.  Apa sebenarnya “go green” ? Secara harafiah dalam Bahasa Inggris ‘go’ berarti menuju dan ‘green’ berarti warna hijau, maka “go green” berarti mengajak kita untuk menuju “hijau”. Ini terdengar seperti sebuah semangat untuk melakukan penghijauan. Di  dalam  dunia  arsitektur  ada istilah green architecture (arsitektur hijau), merupakan konsep bangunan berwawasan lingkungan. Arsitektur hijau, secara sederhana mempunyai pengertian bangunan atau lingkungan binaan yang dapat mengurangi atau dapat melakukan efisiensi sumber daya material, air dan energi. Dalam pengertian yang lebih luas, adalah bangunan atau lingkungan binaan yang efisien dalam penggunaan energi, air dan segala sumber daya yang ada, kemudian mampu menjaga keselamatan, keamanan dan kesehatan penghuninya dalam mengembangkan produktivitas penghuninya, serta mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan.

Green (hijau) dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly  (ramah  lingkungan),  dan  high  performance  building (bangunan  dengan  performa  sangat  baik). Bangunan berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya dengan sifat- sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance building”. Pada dasarnya bangunan green architecture harus mempunyai  sifat  ini.  Salah  satu  fungsinya  ialah  untuk  meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi yang berasal dari alam (Energy of nature) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi (High technology  performance).  Contohnya  adalah  memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti menggunakan sinar matahari melalui passive solar dan active solar, serta teknik photovoltaic dengan menggunakan tanaman dan pohon-pohon melalui atap hijau dan taman hujan. Konsep arsitektur hijau sangat mendukung program penghematan energi. Rumah ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan adalah prinsip arsitektur hijau di daerah tropis. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan mulus jika sekeliling rumah tidak asri. Bukaan banyak hanya akan memasukkan udara panas dan membuat pemiliknya tetap memasang pendingin ruangan. Oleh sebab itu pekarangan perlu dihijaukan dengan tanaman apa saja, permukaan tanah tidak ditutup dengan beton dan menerapkan manajemen sampah yang ketat.

Dari segi interior, arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah secara mandiri, lubang biopori dapat menjadi solusi.

Di Indonesia, kampanye go green ini sudah mulai digalakkan. Banyak bangunan-bangunan seperti rumah tinggal atau bangunan komersial lainnya yang mulai menyelaraskan konsep desainnya dengan green architecture. Saat ini konsep green architecture telah diwujudkan secara nyata pada beberapa hunian vertical atau apartemen di kota-kota besar di Indonesia. Konsep green apartment dalam beberapa tahun belakangan memang terus dikembangkan oleh pengembang properti. Konsep ini diaplikasikan melalui keberadaan taman-taman di beberapa balkon yang bisa digunakan penghuni apartemen untuk bersantai dan menikmati hijau dedaunan di tengah kota.

Arsitektur hijau tentunya lebih dari sekedar menanam rumput atau menambah tanaman lebih banyak di sebuah bangunan, tapi juga lebih luas dari itu, misalnya memberdayakan arsitektur atau bangunan agar lebih bermanfaat bagi lingkungan, menciptakan ruang-ruang publik baru, menciptakan alat pemberdayaan masyarakat, dan sebagainya.

Maka dari itu sangat beralasan jika program green architecture ini dapat diterapkan di masyarakat luas, karena dengan menerapkan konsep ini keuntungannya dari sisi ekonomi sangat nyata dan terukur. Penggunaan pendingin ruangan dan penerangan ruangan serta penghematan air hingga 26-40 % setiap bulan. Selain itu penerapan konsep ini pun sejalan dengan pengurangan emisi karbon 2020. 

DAFTAR RUJUKAN

-          Buku
  • Hyde, Richard.2008. Bioclimatic Housing, Innovative Designs for Warm Climates.London: Cromwell Press
  • M.Echols, John dan Shadily, Hassan. Kamus Bahasa Inggris – Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka
  • Setiawan, Achnin.2010.Pusat Kebugaran Jasmani dan Spa di Jakarta (pendekatan konsep Green Architecture). Universitas Muhammadiyah Surakarta

-          Internet

-          Koran Online

Jumat, 15 April 2011
Jumat, 9 September 2011

Kamis, 16 Juni 2011

Kamis, 04 April 2013

Ide Reorganisasi dan Pembenahan Angkot Bandung


Jalan-jalan keliling Bandung bisa menggunakan moda transportasi angkutan kota atau dikenal dengan akronim angkot. Angkot merupakan pilihan transportasi hemat yang masih setia dipilih oleh masyarakat. Sebagai penguna angkot, saya merasakan ketidaknyamanan yang mendasar. Tujuan seseorang "naik" angkot tentu ingin pergi ke tempat tujuan dengan cepat, aman, dan nyaman. Namun belakangan ini beberapa oknum sopir angkot nampaknya mengabaikan unsur tersebut.
Angkot di Bandung saat ini diatur oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat Kota Bandung. Setiap mobil angkot dimiliki oleh pengusaha angkot. Hal ini menyebabkan dalam setiap angkot memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Pengusaha angkot dapat bertindak sekaligus sebagai sopir angkot atau mempekerjakan orang lain untuk menjadi sopir angkot tersebut. Besarnya pendapatan seorang buruh sopir angkot berbeda-beda tergantung kepada pengusaha angkot dimana mereka bekerja. (sumber: Pertiwi, Putri Indah; Kartono, Johan; Putra, Herdi Arman; Syufyan, Hidayatus; Gunawan,M. Fajar; Zahra, Fatimatuz. 2009. Budaya Sopir Angkutan Kota di Kota Bandung. Bandung : ITB)

Pola pengorganisasian seperti demikian menyebabkan beberapa angkot melalaikan kepentingan keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jasa angkot. Maka pola organisasi tersebut harus dirubah agar dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat dan pengelola angkot. Pengelolaan angkot akan menerapkan sistem perusahaan daerah. Seluruh trayek angkutan yang ada di kota Bandung terintegrasi ke dalam satu naungan perusahaan Angkot Bandung Bermartabat. Dalam menjalankan usahanya perusahaan ini dapat berbentuk sebuah perusahaan jasa yang dapat pula orang lain berinvestasi untuk kemajuan perusahaan. Seluruh sopir angkot yang bekerja saat ini ditarik sebagai bagian dari karyawan di perusahaan sehingga mereka mendapatkan gaji bulanan. Hal ini dapat mengatasi istilah “kejar setoran” yang sering dilakukan oleh sopir angkot yang mengakibatkan terbentuknya perilaku ngetem yang berdampak kepada kelalaian terhadap kenyamanan masyarakat pengguna jasa angkot. Budaya sopir angkot yang saat ini dinilai buruk di masyarakat, dibenahi dengan program pendidikan dan pelatihan untuk membina para sopir angkot sebelum diterjunkan ke lapangan.
Ah, itu hanya sebuah ide dari seorang yang awam. Mungkin perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Tapi setidaknya hal seperti di atas tersebut yang saya harapkan sebagai konsumen moda transportasi angkot. Terima kasih telah membacanya :)

Jumat, 14 September 2012

Belajar dari Jepang

Setahun yang lalu saya menghadiri kegiatan silaturahmi Idul Fitri 1432 H di Balai Pertemuan Umum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). UPI kedatangan tamu spesial yaitu Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, seorang pendiri lembaga ESQ.

Hal yang menarik saya catat adalah topik mengenai belajar dari Jepang. Tahun 1940-an awal, Indonesia dijajah oleh Jepang. Kemudian di tahun 1945 Jepang kalah dalam perang Asia Pasifik. Jepang menyerah kepada Sekutu setelah mendapat serangan balik dari tentara sekutu. Terutama Kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh tentara sekutu. Jepang sempat mengalami krisis akibat kekalahan dalam perang tersebut. Namun beberapa tahun kemudian negeri yang dijuluki "Matahari Terbit" mulai bangkit dan menjelma menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Bahkan Jepang dijuluki sebagai "Macan Asia".

Maret 2011 bencana Tsunami menerpa negeri sakura. Krisis ekonomi kembali terjadi. banyak perusahaan-perusahaan elektronik dan otomotif kenamaan merugi akibat tsunami. Hal yang menarik disampaikan oleh Ary Ginanjar, "Di jepang pasca bencana Tsunami yang lalu memang terjadi krisis yang luar biasa. Namun jepang tetap memiliki nilai atau moral dalam menghadapi semua ini."

poin-poin positif yang saya catat itu diantaranya :
  • Tetap mengantri untuk mendapat bantuan
  • Harga barang tidak dinaikkan justru diturunkan
  • Tidak ada penjarahan di toko-toko dan swalayan
  • Perdana menteri jepang Naoto Kan mengundurkan diri ketika dinyatakan gagal memimpin penanganan tsunami dan krisis nuklir akibat gempa bumi, beberapa waktu lalu.
Menurut Ary Ginanjar, suatu dimensi manusia yang baik tersusun atas VALUE - SYSTEM - LEADERSHIP. Jepang dianggap telah sukses membangun value (nilai) masyarakatnya. Ketika system di Jepang luluh lantak oleh bencana tsunami, orang jepang masih memiliki value yang terpatri dalam dirinya sehingga tidak merusak tatanan kehidupan. Diilustrasikan oleh Ary Ginanjar bahwa ketika itu di pengungsian bantuan akan datang ke setiap tenda. Di kala seorang relawan memasuki sebuah tenda dan penghuni di tenda tersebut telah menerima cukup bantuan, maka penghuni tenda tersebut akan berkata, "Saya sudah menerima cukup bantuan, silahkan beri ke tenda di sebelah mungkin mereka belum menerima bagian." Mereka tidak mentang-mentang sedang tertimpa musibah, maka akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Justru mereka tetap saling toleransi dan saling menghargai.
"Example is the school of mankind, and they will learn at no other" (Edmund Burke)