Tampilkan postingan dengan label Teknik Vokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Vokasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Kejuruan

Fungsi Pendidikan Kejuruan

Pendidikan Kejuruan memiliki multi-fungsi yang kalau dilaksanakan dengan baik akan berkontribusi besar terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Fungsi-fungsi yang dimaksud antara lain meliputi : (Wardiman;1998: 35)
  1. Sosialisasi, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-norma sebagai konkritisasi dari nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud adalah teori ekonomi, solidaritas, religi, seni, dll.
  2. Kontrol sosial; yaitu kontrol perilaku agar sesuai dengan nilai sosial berserta norma-normanya, misalnya kedisiplinan, kejujuran, dll.
  3. Seleksi dan Alokasi; yaitu mempersiapkan ,  memilih, dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja, yang berarti pendidikan kejuruan harus berdasarkan ”demand-driven”.
  4. Asimilasi dan Konservasi budaya, yaitu absorbsi terhadap kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.
  5. Mempromosikan perubahan demi perbaikan; yaitu pendidikan tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai ”pendorong perubahan”.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kejuruan berfungsi  secara ganda yaitu sebagai ”akulturasi” (penyesuaian diri) dan ”enkulturasi” (pembawa perubahan). Karena itu, pendidikan kejuruan tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga harus antisipatif.

 Tujuan Pendidikan Kejuruan

Banyak rumusan Pendidikan Kejuruan yang dikemukakan oleh berbagai pihak,  diantaranya adalah sebagai berikut : Rupert Evans (1978) merumuskan bahwa Pendidikan Kejuruan bertujuan untuk :
  1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja
  2. Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu
  3. Mendorong motivasi untuk belajar terus.
Sumber : Catatan Kuliah Kajian dan Teknologi Vokasi

Senin, 10 Desember 2012

Definisi Pendidikan Kejuruan

  • Rupert Evans(1978): Pendidikan Kejuruan adalah bagian dari sistem yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya.
  • United States Congress(1976): Pendidikan Kejuruan adalah program pendidikan yang secara langsung dikaitkan dengan penyiapan seseorang untuk pekerjaan tertentu atau untuk persiapan tambahan karier seseorang.
  • UUNo.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 21: Pendidikan Kejuruan merupakan jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
  • National Institute for Educational Research (NIER), Tokyo, Japan: Vocational Education : diartikan program pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja pada level craftsman atau perusahaan pada level dasar. Hal ini merefresentasikan suatu tahapan dari skill pekerja. Technical Education : diartikan sebagai program pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja pada level teknisi atau sub-profesional, yang biasanya tingkatannya berada satu level diatas craftsman akan tetapi levelnya berada dibawah profesional.
*)Sumber : Catatan Kuliah Kajian Teknologi dan Vokasi

Minggu, 09 September 2012

Konsep Dasar Pendidikan Teknologi Kejuruan

Istilah Pendidikan Teknologi sebenarnya sudah tercakup istilah Pendidikan Kejuruan di dalamnya. Istilah Pendidikan Teknologi Kejuruan pada awalnya menunjuk pada pengertian secara operasional gabungan kelompok sekolah-sekolah kejuruan teknologi (ST,STM,STMP) di satu pihak, dan sekolah- sekolah kejuruan non teknologi  lainnya (SKKP,SKKA,SMTK,SMEA,dll) di lain pihak. Oleh karena itu pengkajian yang lebih konseptual dalam arti batasan yang tidak menunjuk pada jenis sekolah tetapi kepada misi sistem secara keseluruhan perlu dilakukan.

Upaya tersebut tentu saja tidak mudah, karena istilah ”kejuruan” berasal dari istilah ”juru” yang memiliki pengertian sempit yaitu tenaga terampil setengah terdidik (semi skilled). Dari pengertian tersebut kurang memumgkinkan apabila membicarakan suatu sistem pendidikan yang luas cakupannya mulai dari SMTP,SMTA, Sekolah Tinggi, sampai Politeknik dan meliputi bidang yang banyak ragamnya tentulah tidak begitu sesuai untuk tercakup semuanya ke dalam istilah ”Pendidikan Kejuruan ”seperti yang diuraikan di atas. Secara praktis mengubah pengertian istilah kejuruan itu sendiri dengan padanan kata dalam bahasa Inggris yaitu ”Vocational”, sehingga pendidikan kejuruan akan mencakup apa yang di negara lain dikenal dengan istilah ”Vocational Education”, sedang untuk pendidikan yang menghasilkan lulusan setingkat teknisi (apapun bidang spesialisasi yang dipelajari) akan disepadankan dengan istilah ”Technical Education”. Dalam kaitan ini kurang tepat apabila ”Technical Education” diterjemahkan menjadi pendidikan teknologi, karena ”technical education” mengacu pada tingkat kualifikasi lulusan sebagai tenaga teknisi, sedang pendidikan teknologi mengacu pada bidang spesialisasi seperti mesin, listrik, bangunan, pertanian, tata boga, tata busana,dll. Berdasarkan paparan di atas padanan dari Pendidikan Teknologi dan Kejuruan adalah ”Vocational and Technical Education”.

Rumusan Pendidikan Kejuruan dikemukakan pula oleh Rupert Evans (1978) bahwa Pendidikan Kejuruan adalah bagian dari sistem yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Definisi ini mengandung pengertian bahwa setiap bidang studi adalah pendidikan kejuruan, sepanjang bidang studi tersebut dipelajari lebih mendalam daripada bidang studi lainnya dan kedalaman itu dimaksudkan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Definisi menurut United States Congress (1976) dikatakan bahwa Pendidikan Kejuruan adalah program pendidikan yang secara langsung dikaitkan dengan penyiapan seseorang untuk pekerjaan tertentu atau untuk persiapan tambahan karier seseorang. Menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 21 menyebutkan bahwa : ” Pendidikan Kejuruan merupakan jenjang pendidikan menengah  yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. ”

Dalam buku “ Section for Educational Co-operatinn in Asia (1982). Vocational And Technical Teacher Preparation In Asia And The Pacific; National Institute for Educational Research (NIER), Tokyo, Japan dijelaskan ada perbedaan antara istilah Vocational Education dan Technical Education sebagai berikut :
  • Vocational Education : diartikan program pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja pada level craftsman atau perusahaan pada level dasar. Hal ini merefresentasikan suatu tahapan dari skill pekerja.

  • Technical Education : diartikan sebagai program pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja pada level teknisi atau sub-profesional, yang biasanya tingkatannya berada satu level di atas craftsman akan tetapi levelnya berada di bawah profesional.
sumber :  Dr. Johar Maknun, M.Si - Dosen JPTA-FPTK UPI