Tampilkan postingan dengan label My Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Stories. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

10 Cara Membuat Presentasi PowerPoint Menjadi Menarik

Memasuki pertengahan tahun ini saya ingin sedikit berbagi tips untuk membuat presentasi powerpoint kepada rekan-rekan. Powerpoint adalah alat bantu presentasi yang populer digunakan oleh khalayak baik mahasiswa, dosen, guru maupun praktisi bisnis lainnya. Karakteristiknya yang mudah dan banyak fitur menjadi keunggulan tersendiri. Selama ini powerpoint terkadang digunakan hanya sebagai salinan contekan yang ditampilkan ke hadirin. Biasanya seorang presenter yang teknik presentasinya demikian dianggap membosankan dan hadirin menjadi tidak tertarik dengan topik yang dibawakannya, meski isi materinya itu sangat bagus. Cara presentasi demikian pernah saya alami, saya juga pernah ditegur oleh dosen dengan  gaya presentasi yang membosankan itu. Alhamdulillah dengan adanya PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan saya ikut berpartisipasi di dalamnya, saya mendapat banyak pelajaran bagaimana menjadi presenter yang baik serta menyusun materi ke dalam powerpoint untuk dapat terlihat menarik. Tampilan yang menarik akan menggugah hadirin untuk menyimak presentasi kita sampai selesai.
Untuk membuat tampilan powerpoint menjadi menarik hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
  1. Pertama untuk desain power point itu sendiri, kita bisa membuat template sendiri yang menunjukkan karakter dan menjadi ciri khas dalam setiap penampilan. Sebaikya desain template dibuat dengan memperhatikan fungsi, bersih dan simple, tidak perlu banyak menampilkan pernak pernik atau gambar-gambar yang tidak ada hubungannya dengan materi. Warna pada template juga sebaiknya dibatasi menjadi 2 atau 3 warna. Penggunaan banyak pernak-pernik dan warna yang berlebihan malah akan membuat pusing orang yang membacanya
  2. Cover adalah bagian pembuka dari presentasi, ini merupakan salah satu bagian penting yang memberi informasi tentang topik yang akan dibawakan. Biasanya pada halaman cover terdapat judul, nama presenter, logo, tanggal dan lokasi presentasi. Disini bisa juga ditambahkan sebuah gambar yang mewakili tema.
  3. Pada bagian pembukaan, biasanya ada latar belakang atau pendahuluan yang menjadi inti permasalahan. Tulisan panjang lebar yang teoritis bisa dikonversi menjadi sebuah gambar besar atau infografis yang simple untuk diceritakan. 
  4. Perhatikan jenis dan ukuran font yang digunakan. Gunakanlah font standar dengan ukuran yang jelas dan mudah dibaca, misalnya Arial ukuran 28.
  5. Usahakan pada slide lebih diperbanyak gambar dan grafik, sebaiknya buat tulisan menjadi lebih ringkas. Buat poin-poin yang tajam langsung kepada inti. 
  6. Nomor halaman pada setiap slide juga penting, namun ini sering dilupakan :)
  7. Sisipkan animasi, namun jangan berlebihan karena akan membuat tidak fokus kepada materinya.
  8. Jika dibutuhkan, bisa disisipkan video yang berkaitan dengan materi, video ini bisa jadi adalah dokumentasi pribadi atau bisa diunduh dari youtube. Jangan lupa cantumkan sumbernya jika itu bukan milik pribadi :)
  9. Buat animasi pada setiap transisi atau pergantian slide. Namun jangan berlebihan, pilih yang sederhana. Pernah saya melihat presentasi yang setiap pergantian slide selalu berputar-putar, ini membuat pusing :|
  10. Slide tidak perlu dibuat banyak-banyak, ini bukan skripsi atau makalah :) , langsung saja kepada inti yang ingin disampaikan. Sesuaikan dengan waktu presentasi, rata-rata 10-15 slide
Demikianlah cara membuat presentasi powerpoint, terima kasih sudah menyimak, semoga bermanfaat. Sedikit tambahan untuk rekan-rekan mahasiswa, untuk melakukan presentasi lakukanlah dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri. Jangan terpaku dengan layar atau membaca isi slide. Untuk itu sebelum presentasi perlu menguasai materi yang akan dibawakan. Supaya lebih sistematis, bisa dibuat skenario atau bahan yang akan diceritakan pada setiap slide. Mulai dari pembukaan, isi, penutupan hingga humor dalam presentasi bisa diskenariokan untuk kemudian dihafalkan :)

Minggu, 28 September 2014

"Wisata" ke Gedung Sate

Tuntutan tugas mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur mengharuskan saya untuk studi banding ke Gedung Sate sebagai contoh model desain gedung pemerintahan. Kesempatan itu coba saya maksimalkan dengan memahami sejarah dan menjelajahi setiap area dalam bangunan, meskipun tidak bisa mengintip ke dalam ruang kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, pengalaman study tour ke Gedung Sate cukup menyenangkan. Sebelumnya untuk kemudahan proses administrasi saya memohon surat izin melalui fakultas yang ditujukan kepada pengelola gedung. Surat izin ini sebagai "alasan" untuk "berwisata" di Gedung Sate :)
Gedung Sate merupakan landmark yang menjadi identitas Kota Bandung dan Jawa Barat. Bangunan yang didirikan pada tahun 1920 ini memiliki nilai sejarah tinggi dan telah menjadi kebanggaan warga Jawa Barat. Gedung Sate saat ini berfungsi sebagai kantor pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ciri khas pada bangunan ini adalah tusuk sate dengan enam buah ornamen berbentuk jambu air yang terdapat pada puncak atap bangunan. Konon kabarnya tusuk sate tersebut melambangkan modal awal pembangunan gedung sebesar 6 juta gulden pada masa kolonial Belanda. Menurut sejarah, arsitektur Gedung Sate merupakan hasil pemilihan Pemerintah Belanda terhadap sayembara desain para arsitek. Karya Ir. J. Berger yang memiliki model arsitektur tradisional Nusantara terpilih sebagai pemenangnya. Pilihan tersebut tidak terlepas dari masukan dan pendapat arsitek Belanda H.P. Berlage. Menurut Cor Pashier gaya arsitektur Gedung Sate merupakan gaya baru yang memadukan unsur timur pada wajahnya dengan unsur barat pada teknik konstruksinya. Menurut D. Ruhl dalam bukunya yang berjudul "Bandoeng en haar Hoogvlakte" (1952) mengatakan bahwa Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia (het mooiste gebouw van Indonesie).

Terdapat ruangan khusus seperti museum untuk memamerkan koleksi yang berhubungan dengan sejarah Gedung Sate dan Jawa Barat. Foto Gubernur dari yang pertama sampai saat ini menjabat dipajang berurutan. Selain itu ada juga miniatur makanan dan rumah khas Jawa Barat.

Pemandangan Lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Jawa Barat yang bersumbu lurus dengan Gunung Tangkuban Perahu

Ini adalah ruang perjamuan di menara atas, biasanya digunakan untuk menjamu tamu resmi pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruangan ini terletak di paling atas, untuk mengakses ruangan tersebut dapat menggunakan lift atau tangga kayu.

Seperti namanya The Coffe Terrace, tempat ini dirancang sedemikian rupa seperti cafe-cafe terkenal di Paris. Di teras ini kita dapat duduk bersantai merasakan hembusan udara segar Kota Bandung sambil disuguhi pemandangan Gunung Tangkuban Perahu yang bersumbu lurus dengan gedung ini.

(Dari kiri ke kanan : Adam, Hadi, Luthfi, Ikhwan) foto bersama dengan latar Gedung Sate :)

Senin, 22 September 2014

Konsep Desain Rumah Panggung Sunda Modern

Tahun 2013 lalu saya coba tuangkan gagasan konsep desain rumah Sunda ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Konsep ini dilatarbelakangi oleh pemanasan global yang menjadi perhatian serius masyarakat di seluruh belahan dunia. Untuk mengatasi pemanasan global digalakkan program pengurangan emisi karbon. Salah satu bentuk dukungan terhadap program tersebut muncul sebuah istilah green architecture. Gerakan ini muncul sebagai suatu kesadaran untuk menciptakan bangunan yang ramah terhadap lingkungan. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa rumah tradisional Sunda telah mampu beradaptasi dengan iklim, sehingga ada yang beranggapan bahwa rumah Sunda termasuk ke dalam kriteria model green architecture. Dengan anggapan tersebut saya mencoba mengkombinasikan desain modern dengan desain tradisional.
Pada bagian atap dibuat tinggi untuk memaksimalkan pengkondisian udara. Atap yang tinggi dapat menyimpan udara kemudian dengan bertahap menyalurkannya ke dalam bangunan. Sehingga hawa dalam bangunan akan terasa sejuk. Selain itu di bagian atapnya pun diberi ventlasi sehingga dapat memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan ke dalam ruangan.
Penggunaan jendela kaca yang terbuka lebar pada bangunan dimaksudkan ntuk memaksimalkan pencahayaan yang masuk ke dalam ruangan. Ciri khas rumah sunda adalah rumah dengan bentuk panggung. Maka pada desain ini, kesan bentuk panggung akan tercermin pada bagian terasnya yang diangkat ke atas. Di bawah teras terdapat kolam ikan. Sehingga penghuni rumah dapat bersantai bersama keluarga di teras tersebut sambil menikmati alam buatan.

Kamis, 18 September 2014

Definisi Cinta dalam Perspektif Saya :)

Topiknya kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Jangan anggap serius postingan ini. Mungkin sedikit ngawur. Sekedar mengekspresikan apa yang ada dalam hati dan pikiran. Cinta pada dasarnya terdiri dari kata ci dan ta yang saling bersatu padu menjadi kesatuan yang utuh. Cita menunjukkan cita-cita atau tujuan yang hendak dicapai. Kita setuju dalam cinta pasti ada tujuan. Tujuannya untuk membahagiakan satu sama lain. Saat rasa cinta itu tumbuh ada tiga hal yg akan dilakukan seseorang pertama akan mengekspresikannya secara cepat dan gamblang, yang kedua akan menunggu saat yg tepat untuk mengekspresikannya, dan yang terakhir ini terlalu rumit saat seseorang tersebut harus memendam rasa dan hanya bisa mengekspresikannya dalam hatinya sendiri. Tipe yang disebutkan terakhir itu nampaknya cukup populer. Sebuah kisah dramatis yang memiliki nilai tinggi. Bahkan novel klasik Indonesia banyak yang bertema kasih tak sampai.
Lalu saya termasuk yang mana ? Cukup saya dan Tuhan yang tau :) toh ketiga tipe itu memiliki efek positif dan negatifnya.

Senin, 08 September 2014

Menjadi Guru PPL

Kegiatan PPL yang dilaksanakan oleh saya selaku guru PPL (baca : praktikan) di SMKN 6 Bandung dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, disana terdapat tantangan bagaimana caranya bisa menjadi guru yang ideal dan bertanggung jawab atas kemajuan siswa. Berkenaan dengan hal tersebut maka Universitas Pendidikan Indonesia sebagai salah satu institusi pencetak guru yang profesional telah memberikan mata kuliah PPL yang sangat berpengaruh terhadap kesiapan lulusannya untuk menjadi guru yang ideal. Dengan adanya kegiatan PPL ini praktikan mendapatkan pengalaman bagaimana cara mengatur siswa, membimbing siswa, memberikan materi dengan penyampaian yang bisa di terima oleh siswa. Pengalaman ini diperoleh dari guru, karyawan, siswa dan rekan-rekan PPL lainnya.

Dalam pelaksaan PPL ini terkadang menghadapi kendala, namun kendala ini tidak lantas menjadi alasan sebagai faktor kegagalan praktikan dalam pelaksanaan PPL. Kendala tersebut dijadikan pelajaran berharga agar ketika praktikan menghadapi masalah tersebut di masa yang akan dating, praktikan dapat menghadapinya dengan cara yang tepat. Selama praktikan melaksanakan kegiatan PPL di SMKN 6 Bandung, praktikan dapat menarik kesimpulan secara umum, yaitu kegiatan PPL bertujuan untuk melatih para calon pendidik (mahasiswa/praktikan) agar mendapatkan pengalaman mendidik secara faktual di lapangan dan juga sebagai sarana terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional di bidangnya. Dengan adanya kegiatan PPL, mahasiswa dapat mempraktikan secara langsung dan menerapkan ilmu yang diperoleh pada perkuliahan di kampus dalam kenyataan yang tampak di lapangan serta dihadapkan pada permasalahan yang ada dalam realitas yang sebenarnya di sekolah.

Secara khusus praktikan menyimpulkan sesuatu yang ditemui praktikan dalam pelaksanaan PPL di SMKN 6 Bandung adalah sebagai berikut :
  1. Merupakan mengalaman yang luar biasa bagi praktikan bisa melaksanakan PPL di SMKN 6 Bandung. Tidak hanya ilmu pengetahuan saja tapi juga memprioritaskan pembentukan dan pembinaan karakter siswa yang berakhlak baik, disiplin, dapat bekerjasama, dan bertanggung jawab. Selain itu SMKN 6 Bandung tampak peduli terhadap pelestarian alam dan budaya Sunda yang semakin terkikis oleh perkembangan zaman.
  2. Keberadaan praktikan di SMKN 6 Bandung sangat diterima dengan baik oleh pihak sekolah sehingga merasa nyaman dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
  3. Dalam lingkungan kerja cenderung timbul idealisme masing-masing baik guru maupun karyawan. Oleh karena itu praktikan harus pandai-pandai membedakan cara bersikap dengan masing-masing individu.
  4. Untuk menjadi seorang pendidik ternyata tidak mudah seperti yang kita bayangkan. Akan tetapi harus didukung dengan pengetahuan, nilai, sikap, keterampilan, dan tingkah laku yang baik dalam menunjang profesinya.
  5. Perencanaan, pembuatan, dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran secara sistematis merupakan modal dasar untuk keberhasilan pelaksanaan program pengajaran

Kang Ikhsan Koordinator PPL Teknik Arsitektur dan Kang Ricky Koordinator PPL SMKN 6  

Suasana studio gambar jurusan teknik gambar bangunan  

Program Rebo Nyunda di sekolah  

Saat menjadi pengawas ulangan kenaikan kelas :)  

Berfoto dengan beberapa rekan PPL

Kamis, 17 Juli 2014

Catatan Monev PKM 2014

Alhamdulillah hari ini (11 Juli 2014) usai sudah perjuangan selama kurang lebih 5 bulan sejak diumumkan bahwa proposal penelitian saya kembali didanai oleh Dikti. Kali ini saya masih concern mengangkat tema arsitektur tradisional Sunda. Susunan tim tidak mengalami perubahan. Kawan-kawan masih mempercayai saya untuk menjadi ketua tim. Besar harapan kami untuk kembali bertarung di ajang pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS).

Monev PKM tahun ini sedikit istimewa dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya pihak panitia menyelenggarakan monev di gedung PKM UPI, kali ini diselenggarakan di Auditorium Gedung JICA FPMIPA UPI. Meski saya mahasiswa UPI tapi kesempatan untuk masuk ke dalamnya sangat langka, terlebih saya bukan mahasiswa FPMIPA. Saya pernah bermimpi untuk sekedar duduk menyaksikan seminar di sana, tapi ternyata Allah mengabulkan mimpi dengan bonus duduk sebagai presenter juga di sana :)


Megahnya gedung JICA FPMIPA UPI - gedung ini merupakan bantuan dari Jepang. Konon kabarnya arsitek dan tukang yang membangunnya pun berasal dari Jepang

Helatan monev digelar selama dua hari berturut-turut dari mulai tanggal 10-11 Juli 2014. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Juli 2014 oleh Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan beserta Direktur Kemahasiswaan UPI. Reviewer dari Dikti berjumlah dua orang, maka dari itu pelaksanaan monev dibagi menjadi dua kelas. Saya beserta tim harus bersabar menunggu giliran untuk dipanggil presentasi. Sampai pada akhirnya kami mengetahui bahwa giliran kami akan tiba di hari ke-2. Jadi kami memutuskan kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan energi pada esok hari saat monev.


Suasana presentasi monev PKM di Auditorium JICA UPI

Hari berikutnya, saat giliran monev kami tiba, Alhamdulillah dosen pendamping kami, Pak Nuryanto berkesempatan hadir menyaksikan presentasi kami. Namun masalah muncul saat kami naik ke atas panggung, laptop yang biasanya saya gunakan tiba-tiba hang. Kejadian itu sempat membuat saya panik, karena waktu sudah berjalan. Alhamdulillah dengan ketenangan dan kesabaran kami bisa mengatasinya. Beruntung waktu presentasi kami tidak melewati batas yang ditentukan bahkan saat kami selesai memaparkan program, reviewer menawarkan "masih ada cukup waktu sedikit lagi, apa ada yang mau ditambahkan lagi ?" begitu katanya namun kami mengatakan sudah cukup.

Kemudian sesi tanya jawab pun dilancarkan. Tidak mudah menebak arah pertanyaan reviewer. Kecermatan menanggapi pertanyaan yang diajukan sangat penting. Terkadang ada pertanyaan yang menjebak dan hal tersebut perlu diwaspadai. Beruntung sebelumnya kami berlatih memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang akan "keluar". Sehingga pada saat sesi tanya jawab kami bisa menghadapinya dengan lancar :)


Maket, sebagai produk PKM-Penelitian

(Bandung, Indonesia - malam Nuzulul Quran Ramadhan 1435 H, 22.35 WIB)

Selasa, 29 April 2014

Mengkaji Konsep Berkelanjutan Pada Arsitektur Tradisional Sunda

Arsitektur tradisional Sunda adalah karya arsitektur yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Sunda di Indonesia. Arsitektur tradisional terbangun dengan bahan-bahan alami. Dalam masyarakat tradisional Sunda, untuk mendirikan sebuah bangunan perlu ritual-ritual khusus. Pada intinya mereka mempercayai bahwa lokasi site yang akan dibangun ada yang memilikinya. Ritual khusus tersebut bermaksud untuk memohon izin kepada Yang Maha Kuasa agar pada lokasi yang akan dihuni tersebut nantinya memberikan keselamatan dan keberkahan bagi penghuninya. Dalam membangun pun tidak sembarangan. Material alam yang akan dipakai untuk membangun dipilih dan diupayakan agar tidak merusak komunitas alam. Hal ini berbanding terbalik dengan realita kehidupan masyarakat modern saat ini yang cenderung mengeksploitasi alam. Inilah mengapa terjadi persoalan banjir dan tanah longsor. Bahkan masalah banjir telah menjadi perhatian khusus bagi para kepala daerah di Indonesia.

Menarik pada masyarakat tradisional begitu kaya akan filosofi dan pandangan hidup mereka terhadap alam semesta. Falsafah hidup tersebut mempengaruhi desain arsitektur mereka. Mari kita diskusikan hal ini. Beberapa yang saya catat tentang konsep berkelanjutan (sustainable) pada arsitektur tradisional sunda dirangkum ke dalam tiga aspek yaitu pada bentuk bangunan, struktur bangunan dan material yang digunakan untuk membangun.

salah satu karya arsitektur tradisional Sunda di Kampung Naga, Tasikmalaya
Konsep Bangunan

Rumah pada arsitektur tradisional Sunda didesain dengan menggunakan rumah panggung. Pada rumah panggung, massa bangunan diangkat ke atas dengan pondasi umpak sehingga terbentuk kolong di bawah rumah. Kolong pada rumah panggung memungkinkan terjadinya sistem sirkulasi udara secara menyilang yang diilustrasikan pada gambar berikut.


Berdasarkan ilustrasi tersebut, sirkulasi udara terjadi tidak hanya horizontal tetapi juga dari bawah bangunan. Udara yang masuk adalah udara yang masih bersih dan sejuk sehingga menyehatkan kondisi di dalam bangunan. Udara yang telah tercemar atau telah berputar di dalam ruangan akan dikeluarkan melalui ventilasi dan bukaan.

Struktur Bangunan
  1. Pondasi Rumah tradisional Sunda dibangun dengan menggunakan pondasi umpak. Pondasi umpak ini terletak di atas permukaan tanah. Sehingga mengangkat massa bangunan ke atas. Pondasi umpak ini menyebabkan terjadinya ruang kosong di bawah massa bangunan yaitu kolong. Kolong dibiarkan secara alami berupa tanah tanpa sentuhan penyelesaian. Tanah yang dibiarkan apa adanya tersebut menciptakan area untuk resapan air. Pada saat hujan turun, air hujan akan meresap dengan cepat ke dalam tanah sehingga mencegah terjadinya banjir. 
  2. Lantai, biasanya masyarakat sunda menggunakan lantai yang disebut dengan palupuh (lantai bambu). Lantai bambu ini menimbulkan celah-celah sempit yang memungkinkan untuk masuknya aliran udara dari kolong. 
  3. Dinding, dinding pada rumah tradisional Sunda menggunakan bilik bambu. 
  4. Atap, masyarakat Sunda menggunakan material ijuk atau alang-alang untuk penutup atap rumahnya. Material ijuk atau alang-alang dapat menyerap hawa panas dari radiasi sinar matahari sehingga suhu di bawah atap menjadi tetap sejuk.
pondasi umpak dan sambungannya kepada struktur diatasnya. Untuk menyambungkan pondasi dengan struktur bagian tengah bangunan, balok kayu hanya ditempelkan saja di atas pondasi.

Material/Bahan Bangunan

Masyarakat Sunda membangun rumah mereka berdasarkan kepercayaan terhadap pembagian kekuasaan dunia. Masyarakat Sunda percaya dengan konsep buana panca tengah yang merupakan metafora alam semesta tempat dimana manusia hidup. Representasi terhadap kepercayaan tersebut menyebabkan rumah tradisional Sunda tidak langsung menyentuh kepada tanah, tetapi diberi jarak untuk menghormati tempat orang yang sudah meninggal. Tanah dalam kosmologi masyarakat Sunda merupakan larangan bagi orang yang masih hidup. Oleh karena itu material bangunan yang dipilih menghindari unsur tanah di dalamnya seperti batu bata, genteng yang berasal dari tanah liat, dan keramik. Masyarakat Sunda beranggapan apabila orang yang masih hidup menggunakan material yang terbuat dari tanah sama artinya dengan mengubur diri. Sehingga material yang dipilih banyak berupa kayu, bambu, dan ijuk. Hal ini cukup beralasan karena wilayah Jawa Barat sebagai tempat tinggal masyarakat Sunda, dianugerahi kekayaan alam yang melimpah ruah.


foto saat pembangunan rumah tradisional Sunda di Kampung Naga. untuk konstruksi atapnya bambu digunakan sebagai pengganti kayu. 

Interior pada gambar ini adalah sebuah sebuah masjid di Kampung Naga. Kami beruntung karena pada saat kami berkunjung ke sana sedang dilakukan renovasi masjid. (dari kiri ke kanan) Saya, dosen : Pak Nuryanto, Ikhwan, dan Adam

Rabu, 26 Maret 2014

Silent is Golden Ala Boediono

Berawal dari sebuah sajian humor berbentuk potongan gambar peristiwa yang sedang booming di media sosial atau terkenal dengan sebutan "memecomic" (baca:mimkomik) -awas jangan salah membacanya :D. Komik seperti ini populer di twitter dan facebook, diupdate hampir setiap jam. Mayoritas isinya tentang jomblo dan lika-liku hidup mahasiswa, terkadang mengkritik sesuatu yang sedang menjadi trending topic. Tidak jarang juga isinya mengkritik kebijakan pemerintah saat ini.


Salah satu yang membuat saya untuk berkomentar adalah sindiran untuk Wapres Boediono. Ditulis antara ada dan tiada. Saya sering tergelitik dan kadang mendiskusikan ini dengan rekan-rekan dan kawan aktivis.  Saya kaget saat kawan saya banyak yang bilang "memang indonesia punya wapres ?" sering saya merasa perlu untuk menjelaskan dan tidak jarang juga kemudian berdebat sengit. Beberapa orang berpendapat orang yang diam tak menampakkan diri di hadapan media itu tidak ada kerjanya. Wapres Boediono memang selama ini jarang tampil di media, beliau lebih banyak bekerja di balik layar. Mungkin selama ini kita terlalu sering melihat akrobat para politisi yang dicitrakan sederhana dan dikatakan mau bekerja untuk rakyat dengan cara blusukan. Maka mulai banyak menjelang pemilu atau pemilukada tokoh-tokoh calon pemimpin blusukan untuk mendapat simpati rakyat. Rakyat pun terlena dan menikmati drama seperti ini. akhirnya kita lupa bahwa ukuran kinerja seseorang tidak bisa diukur dengan seberapa sering blusukan atau seberapa sering diliput stasiun TV dan koran. Wapres Boediono adalah sosok pemimpin yang saya pikir punya teladan untuk itu. Beliau bekerja untuk kepentingan rakyat, tetapi tidak banyak diliput media. Kalau masih banyak yang nyinyir terkait kinerja pak Boediono, maka saya ingatkan kembali, beliau dipakai oleh beberapa presiden lho. Itu bukti bahwa kinerjanya baik. Lalu bagaimana dengan kasus Century ? saya sebagai awam ekonomi tidak ingin mengulas lebih jauh. Namun bagi saya kalau memang pada saat itu benar krisis terjadi di Indonesia, maka yang salah juga Pak Boediono membiarkan Indonesia terkena dampak krisis global. Mungkin kita sulit untuk memahaminya karena toh saat ini banyak rakyat Indonesia hidup berkecukupan meski ada segelintir orang yang hidupnya sengsara.  
Hari Kamis, 19 Maret 2014 lalu, Wapres Boediono berkesempatan hadir di Acara Mata Najwa Metro TV. Najwa Shihab sebagai host acara tersebut seperti biasa dengan pertanyaan cukup pedas sehingga membongkar semuanya yang selama ini luput dari perhatian publik, termasuk kasus century. Setelah melihat acara tersebut, saya semakin kagum dan bangga. Inilah sosok pejabat yang sebenarnya. Sedikit saya mengutip prolog dari acara tersebut, "Pak Boed, begitu ia kerap disapa, pribadi hening dari ingar-bingar berita. Sebagai pribadi Pak Boed suri teladan, sebagai pejabat silakan diperdebatkan. Dia tak banyak bicara mengutas kata, apalagi membumbui dirinya dengan citra. Sosok teknokrat jenis pekerja, tegak lurus atasan & detil dalam berencana." Catatan najwa di episode mata najwa hari kamis, 19 maret 2014 itu menarik untuk disimak. bunyinya seperti berikut
Pak Boed lama bersama kekuasaan, dalam makna lain telah memberi pengabdian. Dia mungkin contoh yang sempurna, pejabat nonpolitik yang relatif diterima. Sebagai wapres dia tahu diri, berada di gelanggang sebagai pengganti. Kini dia menjadi samsak amuk politik, akibat bank gagal berdampak sistemik. Ada yang menudingnya miskin terobosan, hanya karena Pak Boed taat aturan. Dia bukan bintang liputan media, meski bukan berarti sedikit bekerja. Selamanya kita bisa belajar dari dirinya, laku keseimbangan yang terjaga. Berwibawa tanpa banyak kata, lama berkuasa namun tetap hidup sederhana. Dia teknokrat yang santun dalam batasan, menyeimbangkan peran & atasan. Bekerja dalam dingin rasionalitas angka, paham distorsi pasar & negara. Pak Boed terpuji karena laku sederhana, merintis jalan menuju negeri sejahtera, meski ia tak sepenuhnya berkuasa. Dalam kecamuk belenggu para politisi, Boediono contoh pekerja yang memilih sunyi.
 Berikut ini adalah video acara Mata Najwa episode Boediono :)

Minggu, 16 Maret 2014

Asistensi

Asistensi atau membimbing siswa adalah hal yang saya lakukan sebagai guru PPL. Karena saya kuliah di jurusan pendidikan arsitektur, maka saya ditempatkan sebagai guru di SMK program gambar bangunan. Pada saat saya masuk ke sekolah tersebut, siswa sedang mengerjakan tugas terstruktur berupa rumah tinggal sederhana. Saya selain mengajar juga bertugas untuk memonitor pekerjaan siswa. Ini mengingatkan saya kira-kira 2 tahun yang lalu saat saya masih sebagai mahasiswa yang mengontrak mata kuliah gambar konstruksi bangunan. Dosen berkeliling memonitor pekerjaan mahasiswa dan kadang melakukan asistensi gambar di luar jam kuliah. Hal itu pun kini terjadi pada saya. Membimbing siswa bukanlah pekerjaan mudah. Kalau menghakimi, akan membuat mental siswa down bahkan membuat mereka tidak berani untuk menggambar. Maka saat pertama kali mendapat tugas ini, saya lakukan dengan sangat hati-hati. Sering saya dapati gambar siswa yang tidak sesuai dan salah. Saya lalu menegurnya dan mencontohkan gambar yang benar. Rupanya saya salah duga. Siswa justru semakin antusias dan mengajukan banyak pertanyaan. Dari situ tercipta suasana yang mencair dan mengalir. Obrolan pun semakin menarik. Saya coba tanya pada guru pembimbing dan beliau pun mengutarakan jawabannya. Menurut beliau kalau ada siswa yang gambarnya salah maka salahkan saja, siswa akan sangat senang karena siswa di SMKN 6 Bandung ini mempunyai kesadaran diri yang tinggi untuk mendapatkan ilmu. Beliau pun menambahkan bahwa siswa SMK disiapkan untuk langsung bekerja setelah lulus, jadi  informasi yang diberikan kepada siswa adalah ilmu yang dipraktikkan di lapangan. Tidak hanya sekedar yang tertulis di buku teks saja.

Latihan Menjadi Guru

Seperti biasa di waktu subuh saya sudah terbangun. Tapi ada yang tidak biasa di hari itu. Kalau biasanya setelah solat subuh tertidur lagi kali ini langsung bergegas mandi. Airnya begitu dingin. Maklum, Kota Bandung saat itu sedang musim penghujan, jadi pagi harinya bisa sangat dingin. Setelah mandi saya mengenakan kemeja dan celana panjang berbahan katun. Tampak rapi. berbeda kalau biasanya hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans. Sekarang mau menjadi guru, maka potongan pun harus benar-benar rapi. Pagi itu sebelum berangkat saya sarapan telur dadar yang dimasak oleh ibu. Selesai sarapan, saya menghidupkan mesin sepeda motor. Memanaskan mesin sebelum berangkat. Tidak lama kemudian saya pamit kepada kedua orangtua saya dan segera berangkat ke SMKN 6 Bandung dengan sepeda motor.

Di perjalanan, saya membayangkan dengan antusias. Bagaimana nanti ya ? dan apa saya cocok jadi guru ? gimana siswa-siswanya ? seperti apa guru-gurunya ? dan lain-lain. sekitar 20 menit perjalanan dari rumah akhirnya saya tiba di SMKN 6 Bandung. Ternyata diantara teman-teman saya yang paling pertama datang. Hari ini saya ikut kegiatan upacara bendera. Setelah hampir 4 tahun tidak melakukannya. Kalau dulu saya ada di barisan siswa di lapangan, sekarang saya ada di barisan guru. Upacara bendera tampak begitu tertib. Walaupun ada saja beberapa siswa yang jatuh pingsan. Mungkin mereka belum sarapan. Di momen upacara bendera ini Kepala SMKN 6 Bandung memperkenalkan kami secara resmi kepada seluruh siswa. Singkat cerita akhirnya setelah selesai upacara bendera, saya masuk ke kelas. Ada 2 orang guru diklat disana. merekalah yang akan membimbing saya agar menjadi guru yang baik. Hari pertama saya hanya berkenalan dan berkeliling. Menyapa siswa, memberi kesan awal kepada civitas akademika SMKN 6 Bandung.

Sabtu, 18 Januari 2014

SMA Pasundan 7 Bandung, Almamaterku

Beberapa hari ini aku disibukkan dengan merapikan dan membersihkan folder di laptop. Ada beberapa file yang menarik perhatian salah satunya adalah file kumpulan naskah blog yang belum sempat dipublish. Aku menuliskannya 3 tahun lalu. Sekedar berbagi aku ingin bernostalgia masa SMA-ku. Ah..mengenai artikel ini pernah aku publish di blogku yang dulu. Karena ada beberapa faktor maka diputuskan untuk menghapusnya, dan terbitlah blog ini sebagai penggantinya :)
Inilah almamater saya ketika menimba ilmu di jenjang SMA. sekolah ini terletak di jalan Kebonjati No. 31. Persisnya di depan Rumah Sakit Santosa Internasional. Sejarahnya saya bisa masuk ke SMA Pasundan 7 Bandung ini bermula dari seleksi saya yang gagal untuk masuk SMAN 11 Bandung dan SMAN 7 Bandung pada tahun 2007. Sungguh disayangkan padahal hanya butuh beberapa poin saja. Rasanya pada waktu itu saya mengalami kehancuran. kecewa, sedih, dan penyesalan semua menerpa diri ini.

Namun kekecewaan saya itu akhirnya terobati ketika saya memilih untuk melanjutkan SMA Pasundan 7 Bandung. Sekolah yang tidak kalah dengan sekolah negeri di Bandung. Disinilah saya pertama kali memahami keislaman. Asmaul Husna yang selalu diperdengarkan setiap pagi sebelum memulai pelajaran dan setiap sebelum pulang sekolah begitu menggetarkan hati. Energi-energi negatif seakan hilang begitu saja tergantikan oleh energi-energi positif. Luar biasa rupanya nilai-nilai keagamaannya begitu kental sejalan dengan visi sekolah ini yaitu “pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana” kemudian saya menemukan lagi keistimewaan lainnya yaitu pada saat pelajaran matematika, seorang guru sebelum mengajar, beliau berdakwah terlebih dahulu. beliau membawa kitab Al-Quran lalu membacanya beberapa ayat. Setelah itu barulah diberi penjelasan makna ayat yang dibacanya. Sungguh memberikan pencerahan dan semangat untuk memulai belajar matematika. Subhanallah, luar biasa.
Yang saya rasakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam disini lebih menitik beratkan pada aplikasi. Pada waktu saya duduk di bangku kelas XII, Saya begitu kaget dan kagum terhadap mata pelajaran ini. Betapa tidak. Pelajaran agama biasanya hanya seputar normatif tata krama dan belajar mengaji dan solat yang baik, namun yang kali ini lebih membuka wawasan luas tentang keislaman sehingga menarik untuk disimak, pelajaran agama menjadi tidak membosankan. Hal seperti ini baru bisa saya temukan kembali di bangku kuliah semester 2. Subhanallah. disinilah saya semakin mempertebal keimanan bahwa sesungguhnya Allah memiliki rencana lain yang lebih baik bagi umatnya. Wallahualam

Dan inilah wajah-wajah sahabat seperjuangan IPA-1 … thanks all … this is beautiful part of my life .. I love you all… I hope we can meet again with success stories ..


   
Terakhir saya persembahkan lirik mars sma pasundan 7 bandung, mohon dikoreksi kalau saya salah, karena saya ingat-ingat lupa. heheheheh ^^

MARS SMA PASUNDAN 7 BANDUNG

lihat mentari di ufuk timur
menyinari bumi persada
seakan menyambut janji kami
pada bumi pertiwi
                                    kami generasi penerus
                                    siswa SMA Pasundan 7
                                    senantiasa menuntut ilmu
                                   demi tercapai cita-citaku
reff :
kami janji kepadamu
berbakti yang tulus
kami janji kepadamu
bagi nusa dan bangsa
Sekitar tahun 2009, SMA Pasundan 7 sering tampil di televisi lokal Kota Bandung. Aku ingat menjelang maghrib di masa tersebut di Bandung TV ada acara video klip lagu-lagu Sunda. Lagu Sunda yang berjudul "Cikapundung Bersih" dinyanyikan oleh Ratna, Dian dan Eva. Lebih jelasnya kita simak saja videonya berikut ini :)

Rabu, 04 Desember 2013

Dokumentasi PIMNAS 2013 PKM-P Arsitektur UPI

Kamis, 17 Oktober 2013

Senggigi, Time to Play

Setelah selesai presentasi, para delegasi pimnas UPI segera merencanakan untuk liburan di lombok :) Mumpung di Mataram, kapan lagi bisa jalan-jalan. So, kami targetkan ke pantai senggigi plus pulangnya beli oleh-oleh. Dari penginapan ke lokasi Pantai Senggigi sebenarnya cukup jauh, sekitar 40 menit perjalanan darat. Kami menyewa bus sedang untuk mencapai lokasi. Untunglah lalu lintas di Mataram tidak padat seperti di Bandung.. jadi lebih menikmati perjalanan :)


Ini dia wajah-wajah sumringah para delegasi UPI di PIMNAS 26 Mataram (gimana ga seneng .. selain liburan gratis dapat uang saku pula dari pihak kampus lho :D) terima kasih atas apresiasi dari para petinggi kampus UPI kepada para tim PKM UPI yang berhasi lolos ke PIMNAS 26 :)
yang pertama kali dilakukan setelah turun dari bus ya.. foto-foto. Senyuman bahagia terpancar di wajah masing-masing. Nah .. sayangnya saya kurang fit saat itu. Entah kenapa sehabis presentasi, kepala mendadak pusing, mual-mual .. mungkin gejala masuk angin.  Jadi walaupun di pantai, saya tidak ikut berenang seperti kawan yang lain. Akhirnya saya hanya sebagai "satpam" saja disana. Ya nda papa, itung-itung amal :)

sekali-kali narsis dulu ah :D berpose di pantai. Gimana ? saya keren kan ?
Niatnya kami ke pantai ingin menyaksikan indahnya sunset, namun sayang, cuaca saat itu sedang mendung. Jadi kami tidak bisa menyaksikannya. Kecewa juga, jauh-jauh ke pantai ga bisa liat sunset :(


Pantai Senggigi memang pantai yang terkenal di Lombok. Pemandangannya indah, menarik dan eksotis (banyak bule berjemur disini :D). airnya pun bening, jernih dan asin tentunya. So, beberapa kawan memanfaatkannya dengan snorkling.

narsis dulu sebelum snorkling yah :D
kalo yang ini ga bisa main snorkling, jadi main perahu aja deh :). Lumayan murah, katanya sih Rp 20.000 sampe puas. Beruntung karena ditemani LO yang orang asli Mataram (LO di samping kanan namanya bang Idham Nazmi, humoris juga orangnya :) )
Jalan-jalan jauh ke Mataram ketemu juga sama orang Sunda, asa panggih jeung dulur atau artinya seperti bertemu saudara. Ternyata kakak-kakak cantik itu berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, duh senengnya bisa ketemu sebangsa di tanah perantauan .. cieeeilah :D. Nuhun ya teh, udah mau ngobrol-ngobrol plus foto bareng :D. Eh, lupa ga minta nomor teleponnya :(

Ada hal yang menarik saat kami pulang. Kang Erick ternyata agak pelupa orangnya atau kata orang sunda disebut limpeuran :D. Jadi ceritanya kang Erick ini santai-santai saja ikut berenang bersenang-senang ikut foto-foto dengan kami. Sampai saat mau pulang dia tanya "sendal saya mana ?", rupanya dia lupa sendalnya disimpan dimana. awalnya menuduh ada yang menyembunyikan. Sampai kami pun ikut mencari. Dan ternyata .. ketemu. Ini baru awalnya. setelah itu kami berjalan menuju bus. Sudah dekat ke tempat parkir, tiba-tiba kang erick nyeletuk "celana saya mana ?" . Kontan saja semua terpingkal-pingkal. Tadi hilang sendal sekarang celana. Eh, kok bisa ? ya, jadi yang hilang ternyata celana panjangnya. Saat mau nyebur ke pantai, celananya dibuka, ganti dengan celana pendek, tapi yang jadi masalah adalah lupa naruh celana panjangnya dimana. Mungkin karena terlalu keasyikan main ya kang ?
ini dia sosok kang Erick yang mengikhlaskan celana panjangnya untuk "disimpan" di Senggigi. inspiratif :)
So, sekarang ada perasaan rindu untuk kembali dan bermain lagi ke Senggigi. Banyak lokasi wisata di Lombok yang belum sempat kami jamah. Ini karena keterbatasan waktu. Ya, Lombok is beautiful. I will be back (next time >> kapan-kapan :) )

Rabu, 16 Oktober 2013

(WAJIB) Visit Bali sekali Seumur Hidup

Ya, ini hanya sebuah kelakar saja. Saat saya menginjakkan kaki di Ngurah Rai Airport, Bali saya teringat guru SD saya yang sudah almarhum, Pak Ace Sutisna namanya. Dulu waktu saya duduk di Kelas 4 SD, beliau sebagai guru kelas. Karakter beliau yang humoris selalu menjadi penyegar di sela-sela pelajaran. Saat pelajara IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) beliau pernah berkelakar yang kira-kira seperti ini katanya "sakali saumur hirup kudu pernah nyaba ka Bali, engke lamun maot ditanya ku malaikat, tos pernah ka bali acan ? lamun acan moal jadi maotna cenah, dititah ka Bali heula ku malaikatna" yang artinya dalam bahasa Indonesia "sekali seumur hidup harus pernah pergi ke Bali, Nanti kalau meninggal ditanya oleh malaikat, sudah pernah pergi ke Bali belum ? kalau belum, maka ga jadi meninggalnya, disuruh ke Bali dulu oleh malaikatnya". Ya, ga logis memang tapi sedikit humor yang langsung menggemparkan seisi kelas :D

foto saya dan teman saat di dalam pesawat. This is my first flight :) dan foto saya saat tiba di Ngurah Rai International Airport, Bali :) Saat pertama kali turun dari pesawat dan menjejakkan kaki di Bali :) udara panas langsung terasa atau kata orang Sunda istilahnya ngaheab. Wah salah kostum nih, saya malah pake jaket :(. Nah, pesawat mendarat di Bali untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok. Saat itu Bandara Ngurah Rai sedang dalam tahap renovasi. Interiornya pun masih dalam tahap pengerjaan belum di finishing sama sekali. Lantainya bahkan masih beton polos.

Jadi setelah menunggu agak lama (sekitar 2 jam lebih) karena pesawat delay akhirnya tiba giliran untuk melanjutkan penerbangan dengan pesawat kecil milik maskapai Wings Air. Cukup nyaman, walaupun tidak senyaman pesawat jenis boeing :). So it's time for me to leaving Bali :(


ini dia pesawat Wings Air yang akan membawa saya ke Lombok. Pesawatnya nyaman, pramugarinya juga ramah dan cantik pastinya :D

Perjalanan saya di Bali hanya sampai di Bandaranya saja. Hikmah dari PIMNAS 26, sekaligus menunaikan nasihat dari guru saya. Ya, saya sudah pernah ke Bali :) ,next time saya ingin berlibur dan menjelajah eksostisme pulau Bali. Walaupun hanya kelakar, tapi saya yakin ada makna tersembunyi yang ingin disampaikan. Mungkin beliau ingin berkata "cintailah Indonesia, Indonesia punya Bali yang mendunia".

ada yang menarik, saat perjalanan dari Bali menuju Lombok, dari pengeras suara pramugari mengatakan bahwa perjalanan akan ditempuh sekira 45 menit. Namun rasanya baru 15 menit duduk di pesawat, pilot sudah menginformasikan pesawat akan mendarat :)

Minggu, 29 September 2013

Pimnas 26 Mataram #2

Mataram, 11 September 2013

Alhamdulillah hari ini (11 September 2013) kami akhirnya maju untuk mempresentasikan hasil karya PKM. Dengan balutan jas almamater, kami tampak siap untuk bertarung :D memang aroma persaingan cukup kental di dalam ruangan presentasi. Lokasi presentasi agak cukup jauh. Lokasinya ada di gedung Fakultas Teknik Universitas Mataram. Biasanya kami menumpang bus pariwisata untuk mencapai venue (Universitas Mataram), namun kami diturunkan tidak pada lokasi presentasi, melainkan di Auditorium Universitas Mataram. Jarak dari Auditorium ke Fakultas Teknik cukup memakan waktu. Kami harus jalan kaki untuk mencapainya. Maklum Fakultas Teknik biasanya letaknya selalu di belakang, terpisah dengan fakultas lainnya. Mungkin kesannya mengeneralisir ya ? Entah kenapa seperti itu tapi ini sama dengan keadaan di kampus kami.

Hari itu kami mempresentasikan karya PKM-P kami yang berjudul "Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda" di hadapan tiga orang juri. Dewan juri yang dikomandoi oleh Ibu Dr. dr. Indwiani Astuti tampak tertarik terhadap penelitian kami. Walaupun latar belakang pendidikan mereka jauh berbeda dengan kami, tampak rasa ingin tahu yang besar. Hal ini dapat diamati dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari dewan juri Bapak Dr. E. Bimo Aksono dab Bapak Putu Gde Ariastita, ST, MT. sama sekali jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada peserta lainnya. Tidak ada maksud untuk mematahkan teori maupun menjatuhkan hasil penelitian kami, justru mereka ingin mengetahui lebih jauh (penilaian ini subjektif menurut tim kami :D)

Setelah presentasi, dosen pembimbing kami yaitu Bapak Nuryanto, S.Pd, MT. memuji performa kami.. hehehe. Beliau merasa sangat senang karena menurut beliau adalah hal yang bagus ketika dewan juri sampai mengatakan "tertarik pada penelitian" kami :D. Namun pada akhirnya karya kami ini tidak mengantarkan kami untuk meraih medali. Namun kami tetap senang dan bangga dengan pencapaian kami. Bisa tampil dalam panggung nasional yang bergengsi saja adalah sebuah mukjizat. Kami tidak pernah menduga sebelumnya kalau karya kami ini akan sangat dihargai sehingga kami diberikan kesempatan untuk membanggakannya di hadapan mahasiswa-mahasiwa terbaik dari seluruh Indonesia :)


Makan siang di Wilayah Kampus Universitas Mataram

Foto saat selesai presentasi. Tim berkumpul dengan kelompok peserta pimnas dari UPI untuk membicarakan destinasi wisata :D

Minggu, 15 September 2013

Pimnas 26 Mataram #1

Sabtu, 31 Agustus 2013

Diundang ke PIMNAS 2013 Mataram

Beberapa waktu lalu saya pernah bercerita, kalau proposal Program Kreativitas Mahasiswa yang saya ajukan didanai oleh Dikti. Setelah melalui tahapan demi tahapan seperti kami harus mengikuti monev internal dan puncaknya adalah monev eksternal yang penilaiannya langsung oleh dewan juri dari DIkti. Alhamdulillah, hari rabu tanggal 28 Agustus 2013, saya mendapat kabar kepastian kelulusan proposal PKM saya. Sebelumnya sempat ragu, karena salah seorang teman saya yang memberitahukannya. Setelah lihat pengumuman resminya, benar saja nama saya terpampang di sana. Rasanya seperti mimpi, tidak percaya bahwa saya bisa diundang ke PIMNAS :D

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian ini kami menjadi salah satu tim yang didelegasikan untuk mewakili kampus UPI. Saya ingat waktu pertama kali masuk ke UPI, saat masa orientasi, panitia menayangkan video 'Pembuat Jejak'-nya mas Danang Ambar Prabowo. Saya perhatikan dengan antusias, inspiratif sekali mas Danang ini. Saya pun bermimpi untuk bisa seperti beliau. Dan ternyata 3 tahun kemudian Allah SWT mengabulkan mimpi saya itu. Saya sekarang akan bertarung di PIMNAS 2013 Mataram pada 9 September mendatang.

Insya Allah ke depannya saya akan menuliskan pengalaman saya di Mataram melalui blog ini :D