Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Pimnas 26 #3

Mataram, 12 September 2013
Hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian kegiatan PIMNAS 26 di Universitas Mataram, kegiatan pada hari ini adalah presentasi produk dan poster. Seluruh tim peserta PKM dikumpulkan di ruang Auditorium Universitas Mataram. Seorang perwakilannya dipersilakan untuk menjaga stand. Karena posisi dan jabatan saya sebagai ketua tim maka tim sepakat untuk mendelegasikan saya. Awalnya bosan, bete, jenuh, boring ... Namun, tidak lama setelahnya saya malah semakin bersemangat. Ya, menyenangkan untuk saling bertukar pikiran dan membanggakan produk masing-masing tiap peserta. Dengan menjadi penjaga stand, saya berkesempatan untuk mengenal dan menjalin komunikasi dengan peserta lain. Pengalaman luar biasa saat berkenalan dengan mereka. Ya, mereka adalah orang-orang berprestasi yang terpilih dari ribuan orang. Di sebelah stand saya ada dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Negeri Padang. Kemudian di depan saya ada delegasi dari Universitas Jember. selain itu masih ada dari Universitas Haluoleo Makassar, Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan lain-lain. Banyak hal-hal menarik yang saya temukan. Penelitian-penelitian kawan-kawan ini banyak yang menghasilkan karya yang original dan baru. Selain itu ada juga penelitian yang tidak sama dengan latar belakang bidang yang ditekuni peneliti. Menyaksikan dan berinteraksi dengan mereka di PIMNAS merupakan hal yang luar biasa. ya, salah satunya teman-teman dari Unnes, walaupun latar belakang pendidikan mereka PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) namun berhasil menghasilkan produk penelitian di bidang botani. Dalam penelitiannya, mereka menggunakan limbah kulit jengkol sebagai pupuk pada tanaman. Di hari tersebut ada 3 orang dewan juri yang akan mengunjugi stand masing-masing tim untuk menilai produk dan poster yang dibuat. Di sesi presentasi produk dan poster ini, juri yang hadir tidak terlalu "pedas", pertanyaan dan interaksi yang terjadi cukup ringan dan menyegarkan

suasana saat presentasi poster dan produk PKM di auditorium Universitas Mataram. 

berfoto bersama dengan delegasi PIMNAS dari perguruan tinggi yang berasal dari Kota Bandung. Ada dari UPI, Polban, dan ITB :) 

berfoto bersama Tim PKM -P dari Jurusan Arsitektur UPI usai presentasi poster dan gelaran produk PKM

Malam harinya setelah presentasi poster, digelar acara penutupan di kampus Universitas Mataram, sekaligus pengumuman para juara setiap bidang PKM yang akan menentukan juara umum PIMNAS 26. juara pada PIMNAS kali ini adalah ITS Surabaya.

ITS berhasil meraih gelar juara umum setelah mendapatkan 8 emas dari lomba presentasi dan 3 emas dari lomba poster, hal ini didukung dengan lolosnya 44 karya Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan 5 kategori, kategori lomba yang dilombakan diantaranya, Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P), Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T), Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT). Berikut 10 besar daftar perguruan tinggi yang memenangkan lomba poster dan presentasi di Pimnas ke-26 :

  1. Institut Teknologi Sepuluh November
  2. Universitas Airlangga
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Brawijaya
  5. Institut Pertanian Bogor
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Sanata Dharma
  8. Universitas Negeri Yogyakarta
  9. Universitas Sriwijaya
  10. Universitas Negeri Semarang

Hidangan sate bulayak dan lontong khas Mataram di acara penutupan PIMNAS 26 :) 

kebersamaan bersama rekan-rekan delegasi PIMNAS adalah hal yang jauh lebih berharga dari sekedar menjadi juara. Ini benar-benar merupakan momen yang sangat mengesankan :)

Rabu, 04 Desember 2013

Dokumentasi PIMNAS 2013 PKM-P Arsitektur UPI

Rabu, 27 November 2013

Nuryanto: “Sebaiknya UPI Membuat Format Baku”


Mataram, UPI

“Sebetulnya juri terlihat sangat tertarik dengan desain rumah panggung, sangat menarik karena berkaitan dengan sistem kosmologi, tetapi juri terlihat kurang menguasai materi tentang topik Arsitektur Tradisional Sunda, hanya fokus pada kosmologi serta bagaimana hubungan antara Green Architecture dengan Arsitektur Tradisional Sunda (rumah panggung), sehingga membuat mahasiswa terlihat kesulitan menangkap arah pertanyaan dari juri yang intinya bertanya tentang bagaimana perubahan perilaku penghuni setelah rumahnya dikembangkan dengan pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda,” ujar Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars., saat mengamati anak didiknya melakukan presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-26 di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (9-13/9/2013).

Civitas akademika Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI merasa puas dan bangga dengan lolosnya Hadi Yanuar Iswanto, Adam Priyadi, Ikhwan Nurtadril, dan Luthfi Pratama, karena mewakili jurusannya untuk tampil di tingkat nasional melalui Pimnas untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) dengan judul Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda, dibawah bimbingan Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars.

Berkaitan dengan PIMNAS, Nuryanto mengungkapkan beberapa hal, antara lain tahap persiapan yang kurang/minim, sehingga berdampak pada kurangnya rasa percaya diri. Menurut Nuryanto,“Sebaiknya UPI membuat format yang baku dalam tahap pembinaan dibuat melalui pengkaderan dan proses penjaringan bibit mahasiswa berprestasi mulai dari jurusan hingga fakultas, mahasiswa diarahkan secara khusus oleh dosen sesuai dengan keahliannya. Menjelang pelaksanaan mahasiswa tersebut dikarantina untuk melakukan latihan simulasi presentasi, memupuk kepercayaan diri, motivasi, keberanian, dan lain sebagainya. Karantina ini didampingi oleh dosen pembimbing dan dosen ahli sesuai bidangnya.

“Tahap Evaluasi harus dilakukan mulai dari persiapan hingga format pembinaan atau pengkaderan. Pimpinan universitas harus meningkatkan upaya dalam mendorong para dosen melakukan sosialisasi pentingnya PIMNAS kepada mahasiswa yang didalamnya terdiri dari beberapa bidang (penelitian, pengabdian masyarakat, karsa cipta, teknologi, wirausaha, dll). Dosen-dosen yang mendapatkan program hibah penelitian, sebaiknya melibatkan mahasiswanya dalam memacu semangat meneliti mahasiswa,” ujarnya. “Pada saat pelaksanaan dan selesai PIMNAS, institusinya harusnya memberikan penghargaan kepada mahasiswanya melalui berbagai cara,” tutupnya. (dodiangga)
sumber : http://berita.upi.edu/2013/09/17/nuryanto-sebaiknya-upi-membuat-format-baku/

Kamis, 17 Oktober 2013

Senggigi, Time to Play

Setelah selesai presentasi, para delegasi pimnas UPI segera merencanakan untuk liburan di lombok :) Mumpung di Mataram, kapan lagi bisa jalan-jalan. So, kami targetkan ke pantai senggigi plus pulangnya beli oleh-oleh. Dari penginapan ke lokasi Pantai Senggigi sebenarnya cukup jauh, sekitar 40 menit perjalanan darat. Kami menyewa bus sedang untuk mencapai lokasi. Untunglah lalu lintas di Mataram tidak padat seperti di Bandung.. jadi lebih menikmati perjalanan :)


Ini dia wajah-wajah sumringah para delegasi UPI di PIMNAS 26 Mataram (gimana ga seneng .. selain liburan gratis dapat uang saku pula dari pihak kampus lho :D) terima kasih atas apresiasi dari para petinggi kampus UPI kepada para tim PKM UPI yang berhasi lolos ke PIMNAS 26 :)
yang pertama kali dilakukan setelah turun dari bus ya.. foto-foto. Senyuman bahagia terpancar di wajah masing-masing. Nah .. sayangnya saya kurang fit saat itu. Entah kenapa sehabis presentasi, kepala mendadak pusing, mual-mual .. mungkin gejala masuk angin.  Jadi walaupun di pantai, saya tidak ikut berenang seperti kawan yang lain. Akhirnya saya hanya sebagai "satpam" saja disana. Ya nda papa, itung-itung amal :)

sekali-kali narsis dulu ah :D berpose di pantai. Gimana ? saya keren kan ?
Niatnya kami ke pantai ingin menyaksikan indahnya sunset, namun sayang, cuaca saat itu sedang mendung. Jadi kami tidak bisa menyaksikannya. Kecewa juga, jauh-jauh ke pantai ga bisa liat sunset :(


Pantai Senggigi memang pantai yang terkenal di Lombok. Pemandangannya indah, menarik dan eksotis (banyak bule berjemur disini :D). airnya pun bening, jernih dan asin tentunya. So, beberapa kawan memanfaatkannya dengan snorkling.

narsis dulu sebelum snorkling yah :D
kalo yang ini ga bisa main snorkling, jadi main perahu aja deh :). Lumayan murah, katanya sih Rp 20.000 sampe puas. Beruntung karena ditemani LO yang orang asli Mataram (LO di samping kanan namanya bang Idham Nazmi, humoris juga orangnya :) )
Jalan-jalan jauh ke Mataram ketemu juga sama orang Sunda, asa panggih jeung dulur atau artinya seperti bertemu saudara. Ternyata kakak-kakak cantik itu berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, duh senengnya bisa ketemu sebangsa di tanah perantauan .. cieeeilah :D. Nuhun ya teh, udah mau ngobrol-ngobrol plus foto bareng :D. Eh, lupa ga minta nomor teleponnya :(

Ada hal yang menarik saat kami pulang. Kang Erick ternyata agak pelupa orangnya atau kata orang sunda disebut limpeuran :D. Jadi ceritanya kang Erick ini santai-santai saja ikut berenang bersenang-senang ikut foto-foto dengan kami. Sampai saat mau pulang dia tanya "sendal saya mana ?", rupanya dia lupa sendalnya disimpan dimana. awalnya menuduh ada yang menyembunyikan. Sampai kami pun ikut mencari. Dan ternyata .. ketemu. Ini baru awalnya. setelah itu kami berjalan menuju bus. Sudah dekat ke tempat parkir, tiba-tiba kang erick nyeletuk "celana saya mana ?" . Kontan saja semua terpingkal-pingkal. Tadi hilang sendal sekarang celana. Eh, kok bisa ? ya, jadi yang hilang ternyata celana panjangnya. Saat mau nyebur ke pantai, celananya dibuka, ganti dengan celana pendek, tapi yang jadi masalah adalah lupa naruh celana panjangnya dimana. Mungkin karena terlalu keasyikan main ya kang ?
ini dia sosok kang Erick yang mengikhlaskan celana panjangnya untuk "disimpan" di Senggigi. inspiratif :)
So, sekarang ada perasaan rindu untuk kembali dan bermain lagi ke Senggigi. Banyak lokasi wisata di Lombok yang belum sempat kami jamah. Ini karena keterbatasan waktu. Ya, Lombok is beautiful. I will be back (next time >> kapan-kapan :) )

Minggu, 29 September 2013

Pimnas 26 Mataram #2

Mataram, 11 September 2013

Alhamdulillah hari ini (11 September 2013) kami akhirnya maju untuk mempresentasikan hasil karya PKM. Dengan balutan jas almamater, kami tampak siap untuk bertarung :D memang aroma persaingan cukup kental di dalam ruangan presentasi. Lokasi presentasi agak cukup jauh. Lokasinya ada di gedung Fakultas Teknik Universitas Mataram. Biasanya kami menumpang bus pariwisata untuk mencapai venue (Universitas Mataram), namun kami diturunkan tidak pada lokasi presentasi, melainkan di Auditorium Universitas Mataram. Jarak dari Auditorium ke Fakultas Teknik cukup memakan waktu. Kami harus jalan kaki untuk mencapainya. Maklum Fakultas Teknik biasanya letaknya selalu di belakang, terpisah dengan fakultas lainnya. Mungkin kesannya mengeneralisir ya ? Entah kenapa seperti itu tapi ini sama dengan keadaan di kampus kami.

Hari itu kami mempresentasikan karya PKM-P kami yang berjudul "Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda" di hadapan tiga orang juri. Dewan juri yang dikomandoi oleh Ibu Dr. dr. Indwiani Astuti tampak tertarik terhadap penelitian kami. Walaupun latar belakang pendidikan mereka jauh berbeda dengan kami, tampak rasa ingin tahu yang besar. Hal ini dapat diamati dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari dewan juri Bapak Dr. E. Bimo Aksono dab Bapak Putu Gde Ariastita, ST, MT. sama sekali jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada peserta lainnya. Tidak ada maksud untuk mematahkan teori maupun menjatuhkan hasil penelitian kami, justru mereka ingin mengetahui lebih jauh (penilaian ini subjektif menurut tim kami :D)

Setelah presentasi, dosen pembimbing kami yaitu Bapak Nuryanto, S.Pd, MT. memuji performa kami.. hehehe. Beliau merasa sangat senang karena menurut beliau adalah hal yang bagus ketika dewan juri sampai mengatakan "tertarik pada penelitian" kami :D. Namun pada akhirnya karya kami ini tidak mengantarkan kami untuk meraih medali. Namun kami tetap senang dan bangga dengan pencapaian kami. Bisa tampil dalam panggung nasional yang bergengsi saja adalah sebuah mukjizat. Kami tidak pernah menduga sebelumnya kalau karya kami ini akan sangat dihargai sehingga kami diberikan kesempatan untuk membanggakannya di hadapan mahasiswa-mahasiwa terbaik dari seluruh Indonesia :)


Makan siang di Wilayah Kampus Universitas Mataram

Foto saat selesai presentasi. Tim berkumpul dengan kelompok peserta pimnas dari UPI untuk membicarakan destinasi wisata :D