Jalan-jalan keliling Bandung bisa menggunakan moda transportasi angkutan kota atau dikenal dengan akronim angkot. Angkot merupakan pilihan transportasi hemat yang masih setia dipilih oleh masyarakat. Sebagai penguna angkot, saya merasakan ketidaknyamanan yang mendasar. Tujuan seseorang "naik" angkot tentu ingin pergi ke tempat tujuan dengan cepat, aman, dan nyaman. Namun belakangan ini beberapa oknum sopir angkot nampaknya mengabaikan unsur tersebut.
Angkot di Bandung saat ini diatur oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat Kota Bandung. Setiap mobil angkot dimiliki oleh pengusaha angkot. Hal ini menyebabkan dalam setiap angkot memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Pengusaha angkot dapat bertindak sekaligus sebagai sopir angkot atau mempekerjakan orang lain untuk menjadi sopir angkot tersebut. Besarnya pendapatan seorang buruh sopir angkot berbeda-beda tergantung kepada pengusaha angkot dimana mereka bekerja. (sumber: Pertiwi, Putri Indah; Kartono, Johan; Putra, Herdi Arman; Syufyan, Hidayatus; Gunawan,M. Fajar; Zahra, Fatimatuz. 2009. Budaya Sopir Angkutan Kota di Kota Bandung. Bandung : ITB)
Ah, itu hanya sebuah ide dari seorang yang awam. Mungkin perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Tapi setidaknya hal seperti di atas tersebut yang saya harapkan sebagai konsumen moda transportasi angkot. Terima kasih telah membacanya :)

0 komentar:
Posting Komentar