Sabtu, 31 Agustus 2013

Diundang ke PIMNAS 2013 Mataram

Beberapa waktu lalu saya pernah bercerita, kalau proposal Program Kreativitas Mahasiswa yang saya ajukan didanai oleh Dikti. Setelah melalui tahapan demi tahapan seperti kami harus mengikuti monev internal dan puncaknya adalah monev eksternal yang penilaiannya langsung oleh dewan juri dari DIkti. Alhamdulillah, hari rabu tanggal 28 Agustus 2013, saya mendapat kabar kepastian kelulusan proposal PKM saya. Sebelumnya sempat ragu, karena salah seorang teman saya yang memberitahukannya. Setelah lihat pengumuman resminya, benar saja nama saya terpampang di sana. Rasanya seperti mimpi, tidak percaya bahwa saya bisa diundang ke PIMNAS :D

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian ini kami menjadi salah satu tim yang didelegasikan untuk mewakili kampus UPI. Saya ingat waktu pertama kali masuk ke UPI, saat masa orientasi, panitia menayangkan video 'Pembuat Jejak'-nya mas Danang Ambar Prabowo. Saya perhatikan dengan antusias, inspiratif sekali mas Danang ini. Saya pun bermimpi untuk bisa seperti beliau. Dan ternyata 3 tahun kemudian Allah SWT mengabulkan mimpi saya itu. Saya sekarang akan bertarung di PIMNAS 2013 Mataram pada 9 September mendatang.

Insya Allah ke depannya saya akan menuliskan pengalaman saya di Mataram melalui blog ini :D

Jumat, 12 Juli 2013

Monev PKM Internal ke-2

Hari ini, Kamis 11 Juli 2013, saya mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi PKM yang ke-2. Alhamdulillah setelah sebelumnya saya dan tim dinyatakan lulus dalam seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia.

Bersyukur, senang, bahagia, bangga dan ekspresi positif tentunya saat menerima kabar kelulusan. Namun, diterimanya proposal penelitian ini tentu dibaliknya ada sebuah tanggung jawab yang besar. Awalnya mungkin hanya iseng. Dari ribuan proposal yang masuk dari seluruh Indonesia, tentu akan diseleksi dengan ketat. Pada tahap ini hanya bisa berdoa dan berharap untuk lulus. Saat pertama kali dinyatakan lulus, tidak besar motivasi untuk meraih puncak. Yang ada di benak pikiran hanyalah bagaimana pertanggung jawaban atau tindak lanjut proposal ini. Seiring waktu dengan melalui proses bimbingan dan konsultasi dengan dosen pendamping, semakin terbuka arah dan motivasi untuk meraih mimpi.

Alhamdulillah monitoring dan evaluasi (monev) internal yang pertama berjalan dengan lancar dan sukses. monev yang kedua pun begitu. yang kedua cenderung kepada pengarahan atau briefing jelang monev eksternal yang diselenggarakan oleh Dikti langsung. Saatnya bermimpi untuk mendapatkan tiket menuju PIMNAS 2013 di Mataram :)

Bismillahirramanirrohim ..
I walk SLOWLY, but I never walk BACKWARD

_Abraham Lincoln_

Kamis, 04 Juli 2013

Final of Studio Perancangan Arsitektur III

Ada yang bilang jadi mahasiswa arsitektur itu ga ada istirahatnya, masa tenang sebelum UAS malah semakin ga tenang, tugas masih banyak yang harus diselesaikan. Alhamdulillah. Singkatnya beberapa minggu yang lalu, tugas-tugas studio bisa diselesaikan tepat waktu. Di studio akhir ini saya diberi tugas untuk merancang kantor Gubernur. Lumayan ribet juga ternyata. Tapi Alhamdulillah bisa beres :)

Gambar 3D dikebut di 2 hari terakhir sebelum jam pengumpulan :D. berikut ini beberapa hasil gambar 3D yang saya selesaikan 2 malam (bener-bener ga tidur semaleman) .. heheh

Gambar 1. Ruang Rapat

Gambar 2. R. Kerja Gubernur

Minggu, 02 Juni 2013

Teknik Penggunaan Media Pembelajaran

Sabtu, 01 Juni 2013

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Kejuruan

Fungsi Pendidikan Kejuruan

Pendidikan Kejuruan memiliki multi-fungsi yang kalau dilaksanakan dengan baik akan berkontribusi besar terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Fungsi-fungsi yang dimaksud antara lain meliputi : (Wardiman;1998: 35)
  1. Sosialisasi, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-norma sebagai konkritisasi dari nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud adalah teori ekonomi, solidaritas, religi, seni, dll.
  2. Kontrol sosial; yaitu kontrol perilaku agar sesuai dengan nilai sosial berserta norma-normanya, misalnya kedisiplinan, kejujuran, dll.
  3. Seleksi dan Alokasi; yaitu mempersiapkan ,  memilih, dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja, yang berarti pendidikan kejuruan harus berdasarkan ”demand-driven”.
  4. Asimilasi dan Konservasi budaya, yaitu absorbsi terhadap kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.
  5. Mempromosikan perubahan demi perbaikan; yaitu pendidikan tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai ”pendorong perubahan”.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kejuruan berfungsi  secara ganda yaitu sebagai ”akulturasi” (penyesuaian diri) dan ”enkulturasi” (pembawa perubahan). Karena itu, pendidikan kejuruan tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga harus antisipatif.

 Tujuan Pendidikan Kejuruan

Banyak rumusan Pendidikan Kejuruan yang dikemukakan oleh berbagai pihak,  diantaranya adalah sebagai berikut : Rupert Evans (1978) merumuskan bahwa Pendidikan Kejuruan bertujuan untuk :
  1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja
  2. Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu
  3. Mendorong motivasi untuk belajar terus.
Sumber : Catatan Kuliah Kajian dan Teknologi Vokasi