Rabu, 04 Desember 2013

Dokumentasi PIMNAS 2013 PKM-P Arsitektur UPI

Minggu, 01 Desember 2013

Keputusan Mengambilalih Bank Century Untuk Atasi Krisis

Konferensi Pers Wakil Presiden tentang Bank Century

Sabtu, 23 Nopember 2013

Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan Wakil Presiden Boediono sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia dalam kasus Bank Century. Pemberian keterangan sebagai saksi tersebut dilaksanakan di kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, pada hari Sabtu, 23 November 2013. Dalam kesempatan itu Wakil Presiden Boediono menegaskan bahwa ia telah melaksanakan kewajibannya sebagai warganegara untuk membantu KPK menyelesaikan kasus ini secara tuntas.

Wapres menolak menyampaikan detil mengenai materi pemeriksaan dengan penyidik yang telah berlangsung sejak pukul 10 pagi dan berakhir malam hari. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada KPK bila ada hal-hal yang perlu disampaikan ke publik. Namun Wapres mengungkapkan, fokus pertanyaan para penyidik berkisar di pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) hingga proses pengambilalihan Bank Century.

Dalam keadaan krisis 2008 saat itu, ia memaparkan, suasananya sangat eksklusif dimana kegagalan dari suatu institusi keuangan betapapun kecilnya bisa menimbulkan dampak domino yang cukup luas atau disebut juga dampak sistemik. Saat itu negara-negara di kawasan telah menerapkan blanket guarantee atau perlindungan menyeluruh terhadap simpanan/deposan. Namun, pemerintah Indonesia saat itu memilih untuk tidak melakukan hal itu. Sehingga, satu-satunya hal yang bisa menangkal capital outflow yang terjadi adalah dengan memberi FPJP. "Karena itu kita terbitkan perubahan Peraturan BI untuk mengatasi masalah itu," katanya.Wapres Boediono menegaskan bahwa pemikiran dirinya sebagai Gubernur BI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyelamatkan Bank Century saat itu adalah, kalau dibiarkan Bank Century rontok maka akan memberikan pengaruh domino kepada bank-bank lain. Dalam hal ini, lanjutnya, kebijakan yang dilakukan adalah pengambilalihan bukan bail-out karena pemegang saham lama sudah tidak ada. "Jadi Bank Century diambil alih total. Pemegang saham lama, sahamnya sudah nol," kata Wapres. Terbukti, lanjutnya, setelah menempuh badai krisis global dan hingga tahun 2012 Indonesia berhasil melampaui krisis dengan selamat, bahkan membukukan pertumbuhan ekonomi paling tinggi setelah Cina.

Wapres Boediono menegaskan bahwa sebagai Gubernur BI kala itu, ia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah melaksanakan tanggungjawabnya sebaik-baiknya. Ia juga mendukung upaya KPK untuk menindak tegas bila ada pihak-pihak manapun yang menunggangi atau memanfaatkan kebijakan tersebut untuk tujuan yang tidak benar. "Saya hanya bisa melaksanakan tanggungjawab sepenuh hati, dengan segala ketulusan hati, memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Bagi saya adalah suatu kehormatan bahwa saya berada pada satu waktu yang bisa memberi yang terbaik kepada bangsa dan negara," katanya.

Dalam kesempatan itu Wapres menjawab sejumlah pertanyaan wartawan, antara lain tentang pembengkakan dana penyelamatan Bank Century dan kewenangan Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, pembengkakan dana saat rekapitalisasi terjadi saat Bank Century, yang kemudian berganti nama menjadi Bank Mutiara, sudah berada di tangan Lembaga Penjamin Simpanan. Wewenang Gubernur BI adalah menetapkan sebuah bank sebagai bank gagal. Kemudian dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Gubernur BI bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani sama-sama memutuskan status Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. "Kalau ada kekurangan dalam modal, atau CAR, capital adequacy ratio, maka hal itu dan seterusnya dihitung bersama-sama pengawas bank dan LPS sebagai pemilik baru yang mengambil alih," katanya.

Wapres Boediono juga ditanya tentang rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 20 November 2008 dimana sebagai Gubernur BI ia tidak menyampaikan situasi buruk Bank Century secara detil. Menurutnya rapat tersebut adalah rapat koordinasi besar dimana ia menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia yang paling mutakhir: kurs melonjak, pasar uang antar bank macet dan likuiditas antar bank kering. Capital outflow seperti ini adalah indikator adanya krisis. "Namun tidak mungkin menyampaikan khusus tentang Bank Century di rapat besar itu, forumnya bukan di situ. Pembahasan tentang situasi Bank Century dilakukan dengan Menteri Keuangan, protokolnya begitu," kata Wapres.Wapres menegaskan bahwa ia sangat mempercayai KPK dalam menyelesaikan permasalahan Bank Century dan menemukan kebenaran hukum. Semua pihak, termasuk dirinya, wajib memberi dukungan demi menuntaskan hal ini dan ia tidak keberatan bila pada waktunya KPK membutuhkan keterangannya kembali.

Mengenai kenapa pemeriksaan dilakukan di kantor, Wapres mengatakan bahwa hal itu adalah karena pertimbangan logistik mengingat standar pengamanan Wakil Presiden mewajibkan Pasukan Pengaman Presiden melakukan sterilisasi di lokasi yang akan didatangi Wapres. "Hal ini bisa sangat mengganggu. Daripada diinterpretasi sebagai intervensi, maka dengan persetujuan KPK, pemeriksaan dilakukan di sini," katanya menunjuk lokasi kantornya.
sumber : Situs Resmi Wakil Presiden Republik Indonesia
                   http://wapresri.go.id/index/preview/berita/3025

Rabu, 27 November 2013

Nuryanto: “Sebaiknya UPI Membuat Format Baku”


Mataram, UPI

“Sebetulnya juri terlihat sangat tertarik dengan desain rumah panggung, sangat menarik karena berkaitan dengan sistem kosmologi, tetapi juri terlihat kurang menguasai materi tentang topik Arsitektur Tradisional Sunda, hanya fokus pada kosmologi serta bagaimana hubungan antara Green Architecture dengan Arsitektur Tradisional Sunda (rumah panggung), sehingga membuat mahasiswa terlihat kesulitan menangkap arah pertanyaan dari juri yang intinya bertanya tentang bagaimana perubahan perilaku penghuni setelah rumahnya dikembangkan dengan pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda,” ujar Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars., saat mengamati anak didiknya melakukan presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-26 di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (9-13/9/2013).

Civitas akademika Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI merasa puas dan bangga dengan lolosnya Hadi Yanuar Iswanto, Adam Priyadi, Ikhwan Nurtadril, dan Luthfi Pratama, karena mewakili jurusannya untuk tampil di tingkat nasional melalui Pimnas untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) dengan judul Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda, dibawah bimbingan Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars.

Berkaitan dengan PIMNAS, Nuryanto mengungkapkan beberapa hal, antara lain tahap persiapan yang kurang/minim, sehingga berdampak pada kurangnya rasa percaya diri. Menurut Nuryanto,“Sebaiknya UPI membuat format yang baku dalam tahap pembinaan dibuat melalui pengkaderan dan proses penjaringan bibit mahasiswa berprestasi mulai dari jurusan hingga fakultas, mahasiswa diarahkan secara khusus oleh dosen sesuai dengan keahliannya. Menjelang pelaksanaan mahasiswa tersebut dikarantina untuk melakukan latihan simulasi presentasi, memupuk kepercayaan diri, motivasi, keberanian, dan lain sebagainya. Karantina ini didampingi oleh dosen pembimbing dan dosen ahli sesuai bidangnya.

“Tahap Evaluasi harus dilakukan mulai dari persiapan hingga format pembinaan atau pengkaderan. Pimpinan universitas harus meningkatkan upaya dalam mendorong para dosen melakukan sosialisasi pentingnya PIMNAS kepada mahasiswa yang didalamnya terdiri dari beberapa bidang (penelitian, pengabdian masyarakat, karsa cipta, teknologi, wirausaha, dll). Dosen-dosen yang mendapatkan program hibah penelitian, sebaiknya melibatkan mahasiswanya dalam memacu semangat meneliti mahasiswa,” ujarnya. “Pada saat pelaksanaan dan selesai PIMNAS, institusinya harusnya memberikan penghargaan kepada mahasiswanya melalui berbagai cara,” tutupnya. (dodiangga)
sumber : http://berita.upi.edu/2013/09/17/nuryanto-sebaiknya-upi-membuat-format-baku/

Kamis, 17 Oktober 2013

Senggigi, Time to Play

Setelah selesai presentasi, para delegasi pimnas UPI segera merencanakan untuk liburan di lombok :) Mumpung di Mataram, kapan lagi bisa jalan-jalan. So, kami targetkan ke pantai senggigi plus pulangnya beli oleh-oleh. Dari penginapan ke lokasi Pantai Senggigi sebenarnya cukup jauh, sekitar 40 menit perjalanan darat. Kami menyewa bus sedang untuk mencapai lokasi. Untunglah lalu lintas di Mataram tidak padat seperti di Bandung.. jadi lebih menikmati perjalanan :)


Ini dia wajah-wajah sumringah para delegasi UPI di PIMNAS 26 Mataram (gimana ga seneng .. selain liburan gratis dapat uang saku pula dari pihak kampus lho :D) terima kasih atas apresiasi dari para petinggi kampus UPI kepada para tim PKM UPI yang berhasi lolos ke PIMNAS 26 :)
yang pertama kali dilakukan setelah turun dari bus ya.. foto-foto. Senyuman bahagia terpancar di wajah masing-masing. Nah .. sayangnya saya kurang fit saat itu. Entah kenapa sehabis presentasi, kepala mendadak pusing, mual-mual .. mungkin gejala masuk angin.  Jadi walaupun di pantai, saya tidak ikut berenang seperti kawan yang lain. Akhirnya saya hanya sebagai "satpam" saja disana. Ya nda papa, itung-itung amal :)

sekali-kali narsis dulu ah :D berpose di pantai. Gimana ? saya keren kan ?
Niatnya kami ke pantai ingin menyaksikan indahnya sunset, namun sayang, cuaca saat itu sedang mendung. Jadi kami tidak bisa menyaksikannya. Kecewa juga, jauh-jauh ke pantai ga bisa liat sunset :(


Pantai Senggigi memang pantai yang terkenal di Lombok. Pemandangannya indah, menarik dan eksotis (banyak bule berjemur disini :D). airnya pun bening, jernih dan asin tentunya. So, beberapa kawan memanfaatkannya dengan snorkling.

narsis dulu sebelum snorkling yah :D
kalo yang ini ga bisa main snorkling, jadi main perahu aja deh :). Lumayan murah, katanya sih Rp 20.000 sampe puas. Beruntung karena ditemani LO yang orang asli Mataram (LO di samping kanan namanya bang Idham Nazmi, humoris juga orangnya :) )
Jalan-jalan jauh ke Mataram ketemu juga sama orang Sunda, asa panggih jeung dulur atau artinya seperti bertemu saudara. Ternyata kakak-kakak cantik itu berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, duh senengnya bisa ketemu sebangsa di tanah perantauan .. cieeeilah :D. Nuhun ya teh, udah mau ngobrol-ngobrol plus foto bareng :D. Eh, lupa ga minta nomor teleponnya :(

Ada hal yang menarik saat kami pulang. Kang Erick ternyata agak pelupa orangnya atau kata orang sunda disebut limpeuran :D. Jadi ceritanya kang Erick ini santai-santai saja ikut berenang bersenang-senang ikut foto-foto dengan kami. Sampai saat mau pulang dia tanya "sendal saya mana ?", rupanya dia lupa sendalnya disimpan dimana. awalnya menuduh ada yang menyembunyikan. Sampai kami pun ikut mencari. Dan ternyata .. ketemu. Ini baru awalnya. setelah itu kami berjalan menuju bus. Sudah dekat ke tempat parkir, tiba-tiba kang erick nyeletuk "celana saya mana ?" . Kontan saja semua terpingkal-pingkal. Tadi hilang sendal sekarang celana. Eh, kok bisa ? ya, jadi yang hilang ternyata celana panjangnya. Saat mau nyebur ke pantai, celananya dibuka, ganti dengan celana pendek, tapi yang jadi masalah adalah lupa naruh celana panjangnya dimana. Mungkin karena terlalu keasyikan main ya kang ?
ini dia sosok kang Erick yang mengikhlaskan celana panjangnya untuk "disimpan" di Senggigi. inspiratif :)
So, sekarang ada perasaan rindu untuk kembali dan bermain lagi ke Senggigi. Banyak lokasi wisata di Lombok yang belum sempat kami jamah. Ini karena keterbatasan waktu. Ya, Lombok is beautiful. I will be back (next time >> kapan-kapan :) )

Rabu, 16 Oktober 2013

(WAJIB) Visit Bali sekali Seumur Hidup

Ya, ini hanya sebuah kelakar saja. Saat saya menginjakkan kaki di Ngurah Rai Airport, Bali saya teringat guru SD saya yang sudah almarhum, Pak Ace Sutisna namanya. Dulu waktu saya duduk di Kelas 4 SD, beliau sebagai guru kelas. Karakter beliau yang humoris selalu menjadi penyegar di sela-sela pelajaran. Saat pelajara IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) beliau pernah berkelakar yang kira-kira seperti ini katanya "sakali saumur hirup kudu pernah nyaba ka Bali, engke lamun maot ditanya ku malaikat, tos pernah ka bali acan ? lamun acan moal jadi maotna cenah, dititah ka Bali heula ku malaikatna" yang artinya dalam bahasa Indonesia "sekali seumur hidup harus pernah pergi ke Bali, Nanti kalau meninggal ditanya oleh malaikat, sudah pernah pergi ke Bali belum ? kalau belum, maka ga jadi meninggalnya, disuruh ke Bali dulu oleh malaikatnya". Ya, ga logis memang tapi sedikit humor yang langsung menggemparkan seisi kelas :D

foto saya dan teman saat di dalam pesawat. This is my first flight :) dan foto saya saat tiba di Ngurah Rai International Airport, Bali :) Saat pertama kali turun dari pesawat dan menjejakkan kaki di Bali :) udara panas langsung terasa atau kata orang Sunda istilahnya ngaheab. Wah salah kostum nih, saya malah pake jaket :(. Nah, pesawat mendarat di Bali untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok. Saat itu Bandara Ngurah Rai sedang dalam tahap renovasi. Interiornya pun masih dalam tahap pengerjaan belum di finishing sama sekali. Lantainya bahkan masih beton polos.

Jadi setelah menunggu agak lama (sekitar 2 jam lebih) karena pesawat delay akhirnya tiba giliran untuk melanjutkan penerbangan dengan pesawat kecil milik maskapai Wings Air. Cukup nyaman, walaupun tidak senyaman pesawat jenis boeing :). So it's time for me to leaving Bali :(


ini dia pesawat Wings Air yang akan membawa saya ke Lombok. Pesawatnya nyaman, pramugarinya juga ramah dan cantik pastinya :D

Perjalanan saya di Bali hanya sampai di Bandaranya saja. Hikmah dari PIMNAS 26, sekaligus menunaikan nasihat dari guru saya. Ya, saya sudah pernah ke Bali :) ,next time saya ingin berlibur dan menjelajah eksostisme pulau Bali. Walaupun hanya kelakar, tapi saya yakin ada makna tersembunyi yang ingin disampaikan. Mungkin beliau ingin berkata "cintailah Indonesia, Indonesia punya Bali yang mendunia".

ada yang menarik, saat perjalanan dari Bali menuju Lombok, dari pengeras suara pramugari mengatakan bahwa perjalanan akan ditempuh sekira 45 menit. Namun rasanya baru 15 menit duduk di pesawat, pilot sudah menginformasikan pesawat akan mendarat :)